Seni Protes – AnuPyinNyar – Mandala Baru

Desainer kaya yg berbasis dalam Yangon, Ku Kue, melancarkan karirnya ala tarikh 2006 selaku galat suatu mulai segelintir pujangga grafiti perempuan dalam jalanan Yangon. Sejak itu, dia suah melibatkan diri dalam penuh wadah non-pemerintah selaku sep kaya pada melaksanakan mural serta patron yg kondusif terpaut pada sebesar kesulitan, tercatat pemberdayaan cewek. Sejak prelude penggulingan, kecakapan Ku Kue suah muncul dalam muka serta sentral analitis penuh keberatan dalam semesta desa. Karena status ketatanegaraan belum lama, dalam mana akta order penawanan dikeluarkan akan artis serta bujangga, doi waktu ini menyuruk.

Anupyinnyar (kecakapan analitis tutur cakap Burma) dikandung selaku syarat akan membantu kedua artis—ganal Ku Kue—dalam Myanmar, serta orang-orang dalam zamin itu sebagai totalitas.

Merek ana yakni wajah Kebebasan, Kekuatan, serta Harapan, yg terinspirasi sama status selama ini dalam Myanmar. Anu.Pyin.Nyar berhasrat boleh menaburkan kesadaran atas ketidakadilan dalam Myanmar melompati kecakapan, kesuburan, serta jamal pikiran Myanmar. Produk ana, menginjak mulai surat tempelan, t-shirt, lembaran berpigura, serta kanvas, dibuat sebagai asli sama artis Myanmar serta diproduksi pada sagang status museum. 70% mulai surplus hendak disumbangkan akan kaum Myanmar serta 30% akan novelis ana.

Di landasan ini, Ku Kue memahami amanat dalam pulang separo kecakapan protesnya:

“A Yay Daw Pone Aung Ya Mye” bermakna “Kita hendak membela Revolusi!” Sejak penggulingan ketentaraan ala 1 Februari 2021, anak publik Myanmar setiap yaum menengkar ketentaraan akan gserta rujuk kerakyatan mereka.

Di zamin yg mempunyai kultur tajam, “longyi” (baju ganal busana) serta baju yg meliputi perabot seks cewek dianggap memuakkan serta tak kalis. Para pengunjuk menderita cewek, mengenal bahwa penuh pasukan ketentaraan yg berkacak ala tasdik ini, nunggangi lerong “longyi”, baju analitis serta pembungkus selaku lerong proteksi prima. Pada terkelupas 8 Maret, Hari Perempuan Internasional, pemrotes cewek yg akur nunggangi longyi selaku tunggul serta itu ditandai selaku Hari Revolusi Longyi.

Generasi Z, keturunan yg berkembang pada keistimewaan, keperkasaan, kedaulatan serta kerakyatan acap mengumpulkan kegiatan kepada penggulingan. Mereka tak cuma merentak kepedulian bumi pada kesuburan, keterampilan memesona serta keberatan akur mereka, serta mencium kepedulian mulai Uni Eropa, PBB serta ASEAN, yg tekun melaksanakan Generasi Z sebagai keturunan yg “galat” akan dipusingkan!

Diyakini analitis kultur Myanmar usang bahwa menghantamkan tempat bunga hendak mengusir jiwa kejam serta demon. Setiap yaum ala weker 8 sore (weker sore prelude) anak publik Myanmar mulai semesta sanding zamin mereka nunggangi kanda tempat bunga selaku lambang perbangkangan kepada ketentaraan.

“Pyit tine htaung” alias ‘the tumbling Kelly’ yakni mainan kuno Burma yg rujuk ke kehormatan tampil mulai kehormatan mana juga dia terambau. Seperti “pyit tine htaung”, anak publik Myanmar hendak jaga rujuk setiap darab mereka terambau analitis perbangkangan kepada ketentaraan.

Kami menyambut bestelan semesta. Kami menyambut bestelan semesta. Anda boleh membaca posisi web ana akan penerangan makin tua www.anupyinnyar.com – serta tidak ragu akan mengontak ana sekiranya Anda mempunyai perbincangan: [email protected].

Author: Ethan Butler