Saat Paralimpiade habis, Tokyo 2020 menyagar keinginan pusaka dekat Paris 2024

TOKYO — Dengan ritual penghentian Paralimpiade Minggu senja, Jepang membalik taman ala modus sport inklusif yg berlanjur walaki menyembul pagebluk COVID-19, keras kepala khalayak yg pendatang prosais lalu serangkaian sensasi yg menyangkut-nyangkutkan atasan Olimpiade.

Perdana Menteri Yoshihide Suga diperkirakan mau mengikuti ritual penghentian dekat khilaf iso- performa khalayak terakhirnya selaku hulu tadbir Jepang. Suga memaklumkan ala musim Jumat bahwa doski mau meninggalkan rembulan ini. Desakan pemerintahnya menjelang menyinambungkan modus catur tahunan dekat pusat pagebluk menokok intonasi menjelang penangguhan dirinya.

Paralimpiade mufrad memanifestasikan kecil perdebatan, bertentangan sambil Olimpiade, lalu meninggalkan berbilang ketika yg tidak tersia-sia.

Relawan Jepang Masaki Kando ala musim Selasa mengantarkan memo menjelang bahadur putranya, pelompat semampai Amerika Sam Grewe. Keluarga Kando sudah meruncit kupon menjelang penyudahan loncat semampai ananda ala musim Selasa, namun inhibisi Paralimpiade ala spektator merealisasikan mereka maherat.

Dalam sebuah akta menjelang Grewe, Kando membaca bahwa putranya yg berumur 13 tarikh sudah melewati bedah menjelang menyunggi sepotong sagang kanannya sehabis didiagnosis suram osteosarcoma – semacam puru ajal rangka – bak halnya Grewe. Ketidakpastian apakah putranya mampu nasib wajar merealisasikan Kando panik, tulisnya. “Kamu membantu kegagahan adi menjelang keluargaku,” tegas Kando menjelang Grewe.

Paralimpiade Amerika Sam Grewe meramaikan loncat medalion emasnya bernas loncat semampai T63 dekat Tokyo ala 31 Agustus. © Reuters

“Menang maupun tersisih, inilah intinya. Ini merealisasikan segalanya setakar,” catat Grewe dekat Twitter, dekat mana doski memposting fotograf akta itu. Dia memimpin aurum dekat modus loncat semampai T63, menokok cutel ketiga menjelang AS sambil 37 medalion aurum. China mengetuai sambil 96 aurum, diikuti sama Inggris sambil 41.

Saat Paralimpiade Tokyo 2020 habis, pengelola berkehendak bahwa perubahan bak yg terlaksana celah Kando lalu Grewe mau selaku memori bernas Olimpiade. Menentukan pusaka Tokyo 2020 kini mau luruh ke penggantinya, Paris 2024. “Tokyo menentukan penopang pertama lalu aku sangat suka berangkat bertambah suntuk,” tegas CEO Etienne Thobois menjelang Nikkei Asia.

Dibangun dekat tempat-tempat kukuh hidrogen Tokyo 2020, pengelola Paris 2024 berujud menjelang selaku pemilik panti Olimpiade “konklusif zat arang” prima sambil membalas bertambah bermula biaya karbonnya sejumlah 1,5 juta ton, yg ala gilirannya yakni seputar sebelah bermula ancangan emisi bermula London 2012 lalu Rio 2016.

Thobois, yg dolan miang menggagalkan menjelang Prancis dekat Olimpiade Atlanta 1996, menggunduli minggu buntut Paralimpiade menjelang mengawasi bedah Tokyo 2020. Dia memastikan selaku bidang langkah-langkah pemenggalan imbalan yg diambil sama Tokyo 2020, atas RUU bermula janji sewaktu setahun merangsang biaya menjelang Olimpiade selaku $ 12,6 miliar.

“Kami mau melangsungkan pencermatan berkah pengetahuan itu,” tegas Thobois.

Tokyo serta mau dikenang menjelang debut paralimpiade perempuan prima Afghanistan, Zakia Khudadadi. Masuknya ular-ular Afghanistan ala ritual prolog meraih pujian ramai dekat Stadion Nasional yg nyaris terluang, saja seminggu sehabis tanah air itu luruh ke lengan Taliban.

Tetapi menjelang mengungkapkan kesetiakawanan mondial, penguasa menghembuskan visum kemanusiaan lalu melambat-lambatkan persyaratan karantina, yg membolehkan Khudadadi lalu Hossein Rasouli, olahragawan Afghanistan lainnya, menjelang mengungsi ke Australia lalu sparing dekat Paris dekat barak penampilan semampai Prancis. Jepang lalu Komite Paralimpiade Internasional membanjarkan pelancongan mereka ke Tokyo, dekat mana mereka sampai telak saat menjelang kejuaraan taekwondo lalu rei.

Biaya Olimpiade Tokyo 2020 serta selaku nasihat distribusi aspiran penaja, pertama atas bidang usaha menempuh ketidakpastian sambungan pagebluk. Tetapi Thobois memaklumkan maskapai Prancis paling sangat suka memberkas label mereka ke Paris 2024, kian tempo penaja Jepang menjauhkan pribadi bermula Olimpiade yg enggak tersohor dekat Tokyo.

“Setiap komite pengelola wajib beradaptasi sambil kejadian ketatanegaraan dekat berbilang tanah air lalu gawat finansial,” tegas Thobois. Berkat kepandaian beradaptasi Jepang, beliau memanjangkan, “Kami enggak mempunyai turunan olahragawan yg terusir rusak, lalu aku serta menginsafi memintasi Olimpiade Tokyo bahwa denyut lantas beredar.”

Pelaporan catatan sama Togo Shiraishi lalu Mailys Pene-Lassus dekat Paris.

Author: Ethan Butler