Rezim Rajapaksa: menavigasi pemufakatan juara

Di Sri Lanka, penguasa mutakhir suah bekerja segera kepada merantai keleluasaan berunding lagi bergabung, memiliterisasi tekstur tadbir lagi menekan parak hukum. Pandemi COVID-19 mengasung validasi yg segar kepada langkah-langkah ini, yg menyandang ekor mengerikan ala rakyat publik. Ringkasan kebijaksanaan ini mendalami macam mana gembong imbang asas umat rakyat publik Sri Lanka menavigasi tantangan-tantangan ini. Ia bersikap bahwa keinsafan teknik tadbir yg kagak bebas wajib dikontekstualisasikan jeluk “pemufakatan juara” yg diantarkan sama berakhirnya yuda keturunan ala tarikh 2009.

Klik ala ilustrasi bungkus pada sisi belakang kepada mengunduh rangkuman kebijaksanaan tentu.

Pemilihan kepala negara lagi dewan perwakilan rakyat belum lama pada Sri Lanka (2019 lagi 2020) menyaksikan kembalinya tanduk batih ketatanegaraan Rajapaksa yg berjongkok. Aktivis imbang asas umat rakyat publik bersikap kepada rujuk ke tadbir angkatan bersenjata, menyusutkan sal publik lagi chauvinisme Buddha Sinhala reaksioner per tadbir Rajapaksa mula-mula (2005-2015).

Pemilihan memutuskan barang apa yg disebut Yahapalanaya (good governance) perserikatan penguasa (2015-2019), yg suah menjanjikan pembaruan konstitusi, devolusi tanduk ke teritori lagi partisipasi rujuk tambah barat, lagi suah membuahkan asprak mondial kepada memberantas kekejian yuda merandai operasi keseimbangan transisional. Meskipun meningkatkan kemungkinan yg jangkung pada sempang rakyat publik lagi penderma Barat, penguasa patah pucuk menindaklanjuti sesak komitmennya.

Pemerintah Rajapaksa suah bekerja segera kepada memiliterisasi tekstur publik, merantai keleluasaan berunding lagi bergabung, menyusutkan sal kepada parak hukum publik lagi mengganjur nafsi per asprak mondial kepada keseimbangan perubahan (tambah burhan bahwa sira menaungi “hero perangnya”). Wacana kesejahteraan domestik suah sebagai kembaran yg segar tambah khotbah menaungi kebugaran rakyat jeluk menelaah epidemi COVID-19.

Iklim promosi represi menyandang ekor mengerikan ala OMS (lembaga rakyat publik), pertama yg menyandang substansi imbang asas umat. Telah berjalan promosi yg jelas jeluk pemeriksaan, gaham, peninjauan lagi pelecehan atas lembaga rakyat publik, pertama pada provinsi Utara lagi Timur yg didominasi Muslim Tamil lagi Muslim. Pos-pos supervisi angkatan bersenjata suah didirikan pada daerah-daerah ini, lagi pertemuan-pertemuan jemaah bersama protes-protes selaku sistematis terhalang. Lebih terjepit dari rekan-rekan mereka pada Kolombo oleh penyekatan hijrah COVID-19, OMS pada Utara lagi Timur saja menyandang kian sekelumit kans ke penerangan, pendamping (apakah mereka mesti ditahan maupun ditangkap) lagi kian sekelumit perigi kecakapan finansial. Beberapa gembong suah menyadur skema lagi kesibukan mereka selaku kadar bungker, misalnya tambah merantai peran serta jeluk acara-acara jemaah, meninggalkan nafsi per sarana kemasyarakatan maupun mengangkat kepada berdenyut ala isu-isu yg dianggap sempit polemis dari imbang asas umat.

Perdamaian juara pascaperang: menyediakan pengerjaan pemufakatan yg kagak bebas

Ringkasan kebijaksanaan mencadangkan bahwa kepada menguasai tantangan yg dihadapi rakyat publik kini, lagi burhan terbatasnya transformasi selagi masa Yahapalanaya, wajib kepada menggambarkan kelakuan pemufakatan pascaperang. Perang keturunan sempang penguasa lagi Macan Pembebasan Tamil Eelam (LTTE) finis ala 2009 tambah kesuksesan jitu sama penguasa kepada LTTE. Ini suah mengiringi ala pemufakatan juara pada mana mereka yg berpengaruh pada gengsi tanduk selagi yuda mantap berjongkok lagi langsung memutuskan pembeberan zaman jenjam, lagi asimetri tanduk yg bersendikan babad sempang kesultanan lagi minoritas Tamil mantap masuk. Perdamaian juara melekat ancangan angkatan bersenjata ke tadbir, pemfokusan tanduk lagi pemodalan aturan ketatanegaraan “didasarkan ala kebanyakan Sinhala.” Hal ini didukung sama prediksi famili yg “non-pluralis” yg didorong sama angan-angan Sinhala-Buddha atas kesultanan kebulatan, lagi berkepanjangan merantai batas-batas masyarakat ketatanegaraan tambah merujuk ala parak sempang “kita” lagi “mereka”, “teman-teman”. ” lagi ”bandingan”.

Perdamaian juara suah menyediakan munculnya pengerjaan pemufakatan yg kagak bebas, sebuah kecenderungan yg berdeging per daya pembaruan yg celomes selagi masa Yahapalanaya lagi kini ditegaskan rujuk tambah kekebalan mutakhir pada masa Rajapaksa yg mutakhir.

Terlibat tambah badan imbang asas umat mondial: mangsa 22 kepada gembong

Perdamaian juara menciptakan tantangan perincian gembong imbang asas umat rakyat publik Sri Lanka menerpa “keseimbangan” kepada kekejian yg dilakukan selagi yuda. Dewan Hak Asasi Manusia PBB (UNHRC) suah sebagai noktah substansi kepada pembelaan mereka. Banyak gembong terkancah selaku sungguh-sungguh tambah putaran UNHRC Maret 2021 pada Jenewa, laksana yg mereka lakukan tambah putaran 2015 sebelumnya, masa penguasa Yahapalanaya berkomitmen ala serangkaian operasi keseimbangan transisional.

Keterlibatan pembelaan rakyat publik tambah putaran UNHRC tarikh 2021 menumpu membuktikan pernyataan mutakhir atas Sri Lanka disahkan, yg mendelegasikan promosi peninjauan lagi pemeriksaan mondial atas posisi imbang asas umat. Namun situasi itu saja memasukkan OMS jeluk posisi Catch-22. Di mono- muka, pernyataan tercatat mau membuahkan Sri Lanka sebagai acara UNHRC selagi separo tarikh masih. Di muka parak, sira langsung mengalokasikan menelan khotbah chauvinis Buddhis Sinhala. Ini mengasung jam untuk pemerintahan Sri Lanka selama ini, tambah memposisikan dirinya jeluk antitesis atas kekebalan asing (Barat) yg dipimpin sama PBB, kepada menggunakan hati chauvinis nasionalistis yg menumpu menggalang acuan gendongan pemilihannya. Ada saja prospek yg maha- jelas bahwa paruh gembong mau menghadapi pemeriksaan lagi gaham yg sungguh-sungguh selaku karenanya.

Catatan per Salween Peace Park

Lelah tambah sistem pemufakatan yg didorong sama elit Myanmar, separo masyarakat pada Negara Bagian Karen menyedang zat yg berparak.


Pencitraan balik acara pengerjaan pemufakatan: tinjauan kepada OMS lagi penderma

Sementara kembalinya Rajapaksa ke tangkai bedil tanduk lagi mundurnya asprak penguasa pada Jenewa menciptakan sesak sekaligus tantangan perincian OMS, rangkuman kebijaksanaan ini menyuratkan bahwa situasi itu saja kuasa mengasung jam kepada merenungkan lagi menyarankan rujuk acara pengerjaan pemufakatan. Ini tergolong propaganda keseimbangan kepada kekejian yuda pada mana OMS lagi penderma suah sesak berinvestasi mulai simpulan yuda.

Laporan tercatat membuahkan separo tinjauan atas barang apa yg mudah-mudahan berjalan tambah konsepsi balik ini. Pertama, masuk kesanggupan kepada memperluas comotan “keseimbangan” pada asing penuntutan kepada pemungkiran imbang asas umat pada zaman yuda kepada merangkap ketidakadilan yg mendorong pada zaman terus lagi selama ini yg dialami sama beraneka ragam masyarakat yg terpinggirkan. Ini mudah-mudahan saja membelit kian sesak atensi ala ukuran sistemis ketidakadilan, tergolong macam mana adat lagi skema ketatanegaraan pada Sri Lanka menciptakan keadaan kepada penyalahgunaan tanduk lagi hati anti-minoritas. Para penderma lagi gembong rakyat publik saja wajib merenungkan ketidakseimbangan lagi ketidaksetaraan tanduk yg merangkum saluran mereka singular. Pertanyaan atas sapa yg kuasa memutuskan acara pengerjaan pemufakatan, lagi bunyi sapa yg didengar, sangatlah pokok.

Ada separo kadar realistis pada mana paruh penderma kuasa mengangkat rakyat publik Sri Lanka selagi lima tarikh ke front. Pertama, mereka kuasa mengangkat diskusi atas acara pengerjaan pemufakatan yg dirancang balik. Mereka saja kuasa menumpu menguatkan bunyi gugusan rakyat publik yg kian kurang lagi menumpu mencium jembatan perincian kelompok-kelompok ini kepada berunding singular. Mereka saja kuasa menumpu menaikkan diskusi pada sempang masyarakat etnik yg berparak lagi pada provinsi geografis yg berparak. Ekspresi kesetiakawanan mondial kepada kelompok-kelompok pada Utara lagi Timur saja pokok. Donor kuasa menumpu menciptakan sal yg sentosa perincian gugusan rakyat publik kepada bergabung lagi, masa penyekatan COVID menyepakati, melantaskan lawatan rutin ke Utara lagi Timur, yg kuasa menumpu memonitor kadar pemeriksaan lagi penyalahgunaan yg kian gigih. Yang pokok, gendongan ini wajib ditawarkan tambah merenungkan falak zaman paser tinggi.

Pada akibatnya, kelanjutan final pada Sri Lanka mengasung kursus pokok atas perlunya mengangkat kacamata paser tinggi lagi sempit linier atas pengerjaan pemufakatan. Rezim Yahapalanaya mudah-mudahan suah mengambal kelapangan per separo kadar pemeriksaan lagi militerisasi yg kian ekstrim per penguasa sebelumnya, lamun paruh penderma lagi pemeran rakyat publik mudah-mudahan berlebihan segera kepada berasumsi bahwa transformasi pemerintahan mau membidik ala alih bentuk yg kian nomina. Mengingat pemufakatan juara, kita memihak mengambal peneguhan kian tua per pengerjaan pemufakatan yg kagak bebas, paling sedikit jeluk paser pandak.

Author: Ethan Butler