Perjanjian Damai Paris 1991 Kamboja: Peringatan yg diperebutkan selagi tiga puluh tarikh

Ada ganda nasihat yg mengelokkan diperebutkan lombong babad futuristik Kamboja: penggulingan Khmer Merah sama Vietnam semenjak pengaruh ala 1979, dengan pakatan akur ala 1991. Kedua perihal historis itu membubuhi kurik pulang lombong ketatanegaraan futuristik Kamboja dengan Asia Tenggara. Sementara propaganda ketentaraan Vietnam memutuskan pemerintahan Khmer Merah dengan pemotongan ala terpacul 7 Januari 1979, kegiatan ini lagi membangkit yuda famili yg membangkit genting kemanusiaan dekat jajahan itu dengan menggerakkan kampus takat asal 1990-an, waktu Perjanjian Damai Komprehensif Kamboja ( dikenal selaku Perjanjian Perdamaian Paris, lalu PPA) ditandatangani dekat Paris ala terpacul 23 Oktober 1991. Perjanjian termaktub memfokus ala penjadian Otoritas Transisi Perserikatan Bangsa-Bangsa dekat Kamboja (UNTAC), yg memasang komisi pengelola penyelesaian dengan menyelenggarakan penunjukan demokratis yg diadakan ala tarikh 1993. Setelah penunjukan, tadbir perserikatan trendi dibentuk, dengan nasihat PPA pantas sebagai sarung sengketa sempang Perdana Menteri Pertama Pangeran Nodorom Ranariddh (Presiden semenjak Partai FUNCINPEC yg royalis) dengan Perdana Menteri Kedua Hun Sen ( Wakil Presiden Partai Rakyat Kamboja, lalu CPP).

Hal itu ditentang oleh waktu HUT PPA 23 Oktober trendi ditetapkan selaku pesta kebangsaan, nasihat pertama CPP 7 Januari 1979, yg sudah diperingati setiap tarikh selaku “Hari Pembebasan” per 1980, ditangguhkan. Penangguhan termaktub berjalan oleh adanya keluhan semenjak FUNCINPEC dengan Partai Demokrat Pembebasan Buddhis (BLDP), yg menampak perihal 7 Januari selaku logo penyerbuan Vietnam ke Kamboja. Tetapi ala tarikh 1996, saja para yaum sebelum terpacul 17th Pada yaum jadinya, Hun Sen terima menuntut rekannya Ranariddh membalikkan Hari Pembebasan 7 Januari selaku pesta kebangsaan, serentak pakai nasihat PPA. Sejak itu, Hari Pembebasan mantap sebagai pesta kebangsaan yg esensial dengan yaum prei kasar, selama nasihat PPA selaku formal sudah ditangguhkan ganda tali air, semenjak 2004 takat 2012, dengan semuanya berulang ala 2019 takat masa ini. Tidak nongol representatif buat perbaikan tarikh 2012 yg diberikan sama penguasa walakin menuturkan argumentasi perniagaan buat penundaan ala tarikh 2004 dengan 2019.

Tahun ini membubuhi 30th dies natalis PPA. Meski tidak berulang pesta kebangsaan, akan tetapi penguasa Kamboja memperingatinya pakai menghembuskan doku jeluang trendi berpotret almarhum Raja Sihanouk berpegang tangan lengan pakai Hun Sen. Upacara formal yg dipandu sama Menteri Luar Negeri dengan Kerjasama Internasional Prak Sokhonn yaitu diadakan dekat Istana Perdamaian dekat Phnom Penh. Di Paris, nongol rapat mahajana buat mengingat yaum setuju yg dipimpin sama koordinator antitesis Sam Rainsy, bersama-sama pakai forum beda dengan penentangan yg diselenggarakan sama penunjang antitesis dekat serata mercapada. Ada lagi bertimbun berkilauan mahajana dengan seminar akademik buat meramaikan PPA yg diselenggarakan sama kelompok publik, think tank, konsorsium koresponden, kedutaan, dengan lembaga pemeliharaan jangkung dekat Kamboja dengan dekat perantau.

Meskipun karet penyelenggara hajat ini mengingat perihal historis yg layak, mereka senyatanya mengantongi pembacaan yg berparak perkara amanat dengan warisannya. Pemerintah sepenggal gendut sudah mengira PPA selaku “mambang” yg berakibat semu ala penyelesaian dengan pembentukan Kamboja dengan bukan berulang berbuat buat posisi tatkala ini, sedangkan pihak antitesis dengan kelompok publik sudah menuntut penguasa bertanggung perlawanan kepada permufakatan yg berjalin-jalin pakai menjulang kerakyatan multi-partai dengan sahih prinsipil cucu Adam.

Apapun distingsi pendapatnya, PPA kudu diingat bersandarkan ganda pokok. Pertama, pakatan itu memutuskan yuda famili yg diperebutkan selaku ketentaraan sama catur pecahan Kamboja yg berparak sejauh tarikh 1980-an. Meskipun Khmer Merah memboikot pemilu 1993 dengan langsung merusak kestabilan penyelesaian dengan pembentukan jajahan takat penyudah 1990-an, PPA memfokus ala penjadian penguasa yg diakui selaku universal dengan pengembalian ratusan mili muhajir Kamboja dekat sejauh pinggiran Thailand-Kamboja. . Kedua, selain Sihanouk dengan Hun Sen, koordinator BLDP Son Sann dengan koordinator pecahan Khmer Merah Khieu Samphan lagi mencorakkan penandatangan Perjanjian Damai. Terlepas semenjak barang apa yg berjalan selesai permufakatan, karakter dengan prospek kedua koordinator, bersama-sama pakai geopolitik Perang Dingin yg bertambah gendut ala penyudah 1980-an dengan asal 1990-an, lagi kudu diingat lombong pustaka sekitar nasihat PPA.

Author: Ethan Butler