Perbandingan Gerakan Pemuda Thailand: Pita Putih atas 2020 maka Din Daeng atas 2021

Sejak Februari 2020, suah berjalan proliferasi tindakan kawula perjaka pada Thailand. Baik mahasiswa universitas maka pondok pesantren medium suah turun ke laluan mendapatkan menggemakan transfigurasi, bukan cuma pengangkatan global yg sunyi maka sepatutnya, namun jua transfigurasi sistemis tinggi struktur pembelajaran, konstitusi maka struktur ketatanegaraan yg makin demokratis, maka yg terutama, pembaruan otokrasi. Kelompok mahasiswa lumayan yg terorganisir sorangan suah bermunculan pada semua bumi pada kota-kota agam maka kota-kota lumayan. Aksi asosiatif inovatif yg tidak terjumlah jumlahnya, pameran ketatanegaraan yg kancap corak, maka propaganda ketatanegaraan yg megah diselenggarakan selaku akur sama berbagai ragam kategori anggota yuvenil yg berpraktik selaku ketatanegaraan.

Pada asal Agustus 2021, waktu status taun mereda selesai riak April-2021, penentangan kawula perjaka model mutakhir bertambah, namun serokan ini tinggi hawa yg payah kontradiktif semenjak pusingan sebelumnya. Para pengunjuk mengecap yg bersikukuh melihat angin cecair benih maka timah panas kejai petugas keamanan ini setelah menyapa batang tubuh mereka “Thalugas” ataupun pemrotes yg semu pelupuk mata mendapatkan menyerobot angin cecair benih. Konfrontasi sinambung setiap yaum sepanjang makin semenjak 2 candra, semenjak petang santak baur senja maka kadang-kadang lebih-lebih santak ketuk 2-3 awal, sekalipun tampak beker senja COVID. Pada penjuru Oktober, hampir-hampir 400 individu, terbilang 192 pengunjuk mengecap pada landasan baya 18 warsa, suah ditangkap seraya berbagai ragam tudingan bermanfaat pada posisi penentangan maupun pada bangunan mereka.

Untuk mengetahui semangat tindakan mahasiswa pada Thailand sepanjang 2 warsa buntut, karangan ini memeriksa dobel susunan transenden aktivisme pada Thailand tinggi peristiwa peringkat kemasyarakatan perniagaan, kasus sistemis, pendirian, suasana pencetus yg menganjurkan pengikut turun ke laluan, desakan maka usulan ketatanegaraan maka kebijaksanaan, juga desain maka rencana. Akun ini didasarkan atas pemeriksaan sebelumnya berhubungan tindakan perjaka atas warsa 2020, maka temu ramah meluas seraya makin semenjak 30 pengunjuk mengecap jalur front pada patahan Din Daeng warsa ini.

Kelas medium & perjaka level landasan

Semua penentangan dari 2020 santak yg belum lama pada Din Daeng dipimpin sama suku yuvenil yg frustrasi seraya grama Thailand. Gerakan dimulai atas asal 2020 namun penentangan yg dimulai atas Agustus 2021 terdiri semenjak pengunjuk mengecap seraya keunikan kemasyarakatan perniagaan yg kontradiktif.

Mayoritas anggota yuvenil tinggi penentangan sebelumnya bersumber semenjak kerangka anak bini “medium” ataupun “medium kepada”. Mereka yaitu siswa-siswa bestari semenjak pondok pesantren maka universitas terunggul pada Bangkok maka pada bekas beda. Tidak sepantun keturunan sebelumnya semenjak level medium kuno, keturunan ini berkembang pada buana yg menjelma seraya kuat, terbilang diseminasi modern menyelusuri anak bini maka relasi, pengembangan perangkat kemasyarakatan maka perniagaan yg mengusik. Hal ini menggarap mereka mengakui bahwa transfigurasi yaitu wahid syarat mendapatkan bersitegang nasib pada ketika front.

Sebaliknya, mereka yg bercantum seraya penentangan Din Daeng atas warsa 2021 bersumber semenjak kerangka level “medium landasan” maka “landasan”. Anak-anak yuvenil yg kesulitan ini wajar bergulat mendapatkan bersitegang semenjak ketidaksetaraan maka pola grama maka kemasyarakatan yg menggencet yg mengatup perniagaan yg runyam, struktur pembelajaran yg bukan positif maka menggencet, kebangkrutan anak bini, kekejian grama, maka proyek berpenghasilan ringan.

Kebebasan Partai Politik & Disrupsi Covid

Dalam dunia kemasyarakatan perniagaan yg suah melahirkan frustrasi pada tenggang kedua kategori perjaka ini, mereka diprovokasi mendapatkan turun ke laluan sama pencetus sertamerta yg kontradiktif, maka mereka mengajukan desakan transfigurasi yg kontradiktif.

Sebelum warsa 2020, perjaka level medium suah raih membuat propaganda ketatanegaraan bermanfaat selaku online maupun menyelusuri petak vokal. Pada penjuru 2015, cuma setahun selesai pengambilalihan kekuasaan angkatan bersenjata 2014, penentangan online yg dipimpin sama perjaka yg berbasis lapang raih menghalangi usulan penguasa mendapatkan “gerbang gapura satu” tinggi cara mendapatkan menekan kewibawaan online. Lebih semenjak 166.554 individu memaraf gugatan online “Menentang eksploitasi Gerbang Internet Tunggal sama penguasa Thailand” pada Change.org. Lebih semenjak 100.000 pemakai melutu lokasi web penguasa mendapatkan mempermaklumkan ketidaksetujuan seraya kebijaksanaan ini. Setelah segenap pusingan penentangan online, Menteri menebarkan terkebelakang. Pada pengangkatan global 2019, penerimaan vokal semenjak keturunan yuvenil raih menganjurkan Partai Masa Depan Maju sebagai 3rd bekas. Kemenangan FFP menyatakan keturunan yuvenil yg berpraktik berputar semenjak online ke petak vokal.

Maraknya tindakan perjaka pada jalanan atas asal warsa 2020 dipicu sama cara grama Thailand mendapatkan melebuk kelompok ketatanegaraan yg mereka seleksi maka menyalahi benar maka kewibawaan ketatanegaraan mereka. Tepat selesai Mahkamah Konstitusi membelah mendapatkan menendang FFP maka menyakatkan eksekutifnya semenjak ketatanegaraan sepanjang sepuluh warsa atas diduga mengantongi gendongan finansial semenjak perigi yg bukan pasti, perjaka Thailand mengorganisir penentangan pada melacak pondok pesantren maka universitas pada semua bumi. Pada waktu yg setingkat, penyiksaan grama akan kewibawaan ketatanegaraan, sepantun tinggi pemusnahan mengharuskan Wanchalearm Satsaksit, seorang pemrakarsa ketatanegaraan yuvenil yg menilai anak bini negeri maka setelah mengungsi ke Kamboja, menggarap melacak pelajar pondok pesantren medium wujud mendapatkan mengendalikan hak-hak ketatanegaraan mereka sebelumnya. suah telat.

Apa yg menganjurkan perjaka level landasan ke jalanan kontradiktif. Mereka dimotivasi sama pengaruh perniagaan maka kebugaran yg menahun semenjak COVID-19 maka kebijaksanaan penguasa yg bukan positif mendapatkan memangkas dampaknya akan orang-orang yg sensitif. Sebagai pegiat yuvenil pada divisi kemampuan operasi permisif, waktu COVID-19 menyerang, mereka menyimpangkan tertimpa pengaruh maka menyimpangkan bukan terlindungi. Tanpa asilum grama semenjak pengaruh minus sertamerta, anak-anak yuvenil ini membelah mendapatkan bercantum tinggi penentangan pada Din Daeng. Sebagai pelajar bapet, pergiliran ke level online menggarap mereka makin dapat pensiun pondok pesantren, sepihak atas upah mengakses unit online maka internet, maka sepihak atas makin runyam mendapatkan mendeteksi gelagat kefasihan yg produktif semenjak bidang online. Angka penguasa menyatakan bahwa makin semenjak 43.060 pelajar, ataupun 14,6 premi semenjak sarwa pelajar pada grama ini, pensiun pondok pesantren atas warsa 2021. Ada jua probabilitas bahwa 1,9 juta pelajar semenjak anak bini sensitif selaku perniagaan dapat wajar membelakangi pondok pesantren warsa front. Tinggal pada area cemar maka bangunan yg sempit jua meluaskan probabilitas terjangkiti COVID-19. Keluarga berpenghasilan ringan merasa hampir-hampir bukan dapat mendapatkan mengakses penyelenggaraan kebugaran yg sampai, terpenting atas kulminasi setiap riak COVID. Di kepada segalanya, waktu grama maka kota-kota dikunci, pegiat yuvenil pada pabrik konsumsi, perhotelan maka lipuran yaitu yg perdana menjelang perampingan beker operasi, pengurangan nafkah maka sudahnya PHK, maka yg buntut ulang berdenyut. Karena berumur pada landasan 18 warsa, mereka yaitu kategori buntut yg mengakses vaksin, yg atas gilirannya memangkas waktu mereka mendapatkan ulang berdenyut.

Reformasi Struktural vs Perubahan Administratif Segera

Secara global, sarwa kategori perjaka menggemakan transfigurasi, namun atas pangkat yg kontradiktif. Gerakan perjaka faktual warsa lampau terpenting berpusat atas transfigurasi maka pembaruan pada pangkat sistemis. Tuntutan termaktub terbilang pembaruan pembelajaran, pembaruan angkatan bersenjata, diakhirinya dominasi bidang usaha, konstitusi yg makin demokratis, penghapusan dewan perwakilan rakyat maka pengangkatan global mutakhir yg sunyi maka sepatutnya, maka pembaruan otokrasi. Proposal-proposal ini menghadang nilai-nilai maka institusi-institusi topik kuno. Manifesto pembaruan mereka dibuat pada seputar konstitusi mutakhir, penyekatan kadar otokrasi maka pembaruan birokrasi.

Sebaliknya, pengunjuk mengecap Din Daeng menggemakan transfigurasi bangat. Ultimatum mereka mendapatkan penangguhan batang tubuh PM suah persis. Hidup mereka beruang pada tampuk pongia; mereka saat ini putus proyek, bangunan maka benih pencaharian. Untuk bersitegang semenjak pengaruh Covid-19, mereka menuntut transfigurasi yg menyorong. Mereka bukan damai menanti pembaruan sistemis berskala agam yg diserukan sama tindakan warsa lampau. Oleh atas itu, substansi mereka yaitu atas transfigurasi administratif. Bagi mereka, mutasi arahan maka dewan menteri kebangsaan sekurang-kurangnya hendak menggendong transfigurasi kebijaksanaan selaku sertamerta.

Aksi Simbolik Damai vs Konfrontasi maka Serangan

Kedua tindakan penentangan termaktub kontradiktif bukan cuma tinggi pengertian maka desakan, namun jua tinggi wajah air muka maka kesibukan ketatanegaraan. Gerakan perjaka yg dimulai warsa lampau didasarkan atas maka bersitegang tinggi bertaut atas nir-kekerasan seraya kesibukan asosiatif yg inovatif maka memuaskan. Kepemimpinan mereka mengantongi kepandaian jauh tinggi tindakan kerakyatan sebelumnya lebih-lebih sebelum pengambilalihan kekuasaan 2014, waktu mereka melancarkan semenjak betapa desain akur yg sehat, berbiaya ringan maka berpengaruh semampai berdenyut. Menuntut non-kekerasan bukan cuma melegitimasi mereka yg bukan berkekuatan, sepantun keturunan yuvenil, namun jua mendelegitimasi grama penekan yg memanfaatkan kekejian. Pada waktu yg setingkat, seraya kepandaian maka kefasihan tinggi propaganda ketatanegaraan online, perjaka level medium payah terjerat mendapatkan menggelar propaganda asosiatif pada bekas yg inovatif selaku kolateral seraya lagak-lagu online.

Protes maka Pandemi: Mobilisasi Masyarakat Sipil pada Thailand maka Filipina

…menciptakan ceruk potong kekerabatan publik wajar sebagai volume kafi semenjak rengrengan penyembuhan maka pemulihan pascapandemi.


Sebaliknya, perjaka pada Din Daeng berleret mendapatkan bersua sertamerta seraya yurisdiksi kedamaian. Mayoritas yaitu pengunjuk mengecap perdana serokan seraya minim kepandaian ataupun wawasan berhubungan tindakan ketatanegaraan. Setelah itu, kesukaan kesibukan mereka payah terpatok. Tiba-tiba mencium batang tubuh mereka tinggi tindakan sonder sep, sendiri-sendiri orang memanfaatkan cermin kesibukan yg mereka tahu tinggi menjelang—yurisdiksi grama—“konfrontasi-serangan”. Sadar bahwa propaganda akur maka asosiatif sebelumnya hampir-hampir bukan raih menganjurkan transfigurasi pada sayap pejabat, mereka memastikan materi yg kontradiktif mendapatkan merenggut minat mahajana maka menekan sayap berhak. Para pengunjuk mengecap memenuhi batang tubuh mereka seraya ketapel, teknik peledak lumayan sepantun mercon ataupun peledak tenis meja, peledak nyala, maka tameng kontra timah panas. Mereka menggalakkan kamisol maka menggalakkan sinyal yurisdiksi grama sepantun rumah jaga petugas keamanan, kodak CCTV maka alat transportasi petugas keamanan. Sebagai reaksi, petugas keamanan kontra huru hara meluaskan kesibukan anti-protes mereka. Selain lela cecair, angin cecair benih, maka timah panas kejai (seringkali dikerahkan seraya syarat yg berseberangan seraya pendidikan mondial), petugas keamanan membuat ofensif bodi yg benar-benar, penahanan penjambretan, maka penangkapan bangunan.

Kampanye Online vs Offline

Dalam peristiwa pengerahan, tindakan perjaka 2020 yaitu duplikat asing lasak semenjak tindakan kemasyarakatan online yg lulus maka aktif. Berbagai kebijakan perangkat kemasyarakatan menggerakkan perigi keterampilan, mengorganisir penentangan, merekrut anasir, maka melibatkan diri tinggi propaganda ketatanegaraan. Twitter, Telegram, maka Clubhouse terbilang pada tenggang yg menyimpangkan positif tinggi mencecerkan penerangan, menggerakkan individu mendapatkan bercantum seraya flash mob, menyelaraskan penentangan sonder sep, merencanakan propaganda mutakhir.

Sebaliknya, penentangan Din Daeng yaitu duplikat sempurna semenjak tindakan “off-line”. Peserta maka perigi keterampilan dimobilisasi semenjak ceropong ke ceropong pada tenggang jejaring kemasyarakatan yg suah tampak sebelumnya sepantun dunia cemar, level pondok pesantren proses, kategori pengemudi pengapalan konsumsi, dll. Karena penentangan berjalan setiap yaum pada posisi yg setingkat seraya model keikutsertaan yg setingkat, cuma tampak minim keinginan mendapatkan lembaga. Individu seraya sekawanan lumayan kenalan seraya ketapel maka teknik peledak lumayan cakap mengurus kesibukan, seraya perangkat kemasyarakatan melagukan karakter lumayan. Facebook maka TikTok meneruskan kata hati maka lipuran ketatanegaraan dari hidup demi teknik mendapatkan mengawasi status ataupun memadahkan ide-ide ketatanegaraan.

Generasi Warga Aktif Lintas Kelas

Terlepas semenjak divergensi peringkat sosial-ekonomi, desakan ketatanegaraan maka desain penentangan, kedua kategori mengantongi segenap kesesuaian. Mereka yaitu anak grama yg berpraktik selaku ketatanegaraan maka menggendong kewibawaan ketatanegaraan maka keseimbangan kemasyarakatan. Pemuda level medium mengajukan desakan yg payah runyam mendapatkan kewibawaan berekspresi ketatanegaraan, paritas sosial-ekonomi, meluhurkan kerukunan, maka pada kepada sarwa itu, pengangkatan global yg sunyi maka sepatutnya maka konstitusi yg makin demokratis. Demikian sekali lagi, perjaka level landasan pada Din Daeng payah menyadari kewibawaan maka benar ketatanegaraan juga resistensi orang biasa lasak tinggi menganjurkan transfigurasi ketatanegaraan. Dalam temu ramah, reaksi perdana yaitu “kewibawaan berekspresi ketatanegaraan yaitu valid”. Mereka jua cogah mempertautkan kasus yg mereka hadapi seraya cela rawat penguasa. Di kepada segalanya, mereka mengakui atas resistensi orang mendapatkan menciptakan transfigurasi.

Author: Ethan Butler