Pembaruan Myanmar 2021: Krisis sepasang – COVID-19 maka penggulingan

Pendaftaran saat ini tersaji kepada simposium Pembaruan Myanmar ANU 2021, ‘Hidup dan Pandemi maka Kudeta’ (15-17 Juli 2021).

Pembaruan Myanmar (Burma) merupakan garis haluan superior kepada dana siwa hangat mengenai acara ketatanegaraan, kemasyarakatan maka perniagaan dekat Myanmar. Sekarang bermakna dasawarsa ketiga, ini merupakan luput mono- sejak saja kembar simposium antarbangsa yg pernah berlanjur periode maka rutin diadakan dekat desa tertulis, maka terkoteng-koteng bermakna mengakibatkan kertas kerja yg dipresentasikan sebagai rutin dekat simposium tertulis. Pembaruan tarikh ini mengumpulkan beraneka warna register juru yg merembukkan terik kasus kemasyarakatan yg lahir sejak hawar maka penggulingan, maka resultan jangka lengkung panjangnya porsi desa.

Bagi mereka yg belum menyertai #whatsappeninginMyannmar sejak karib, Dr Justine Chambers pernah menggabungkan konteks pendek kepada pembaca beta.

Pada 1 Februari 2021, ketentaraan Myanmar (the Tatmadaw) melecetkan penggulingan, menyokong kepala desa itu Aung San Suu Kyi, Presiden Win Myint maka ahli parak sejak golongan Liga Nasional kepada Demokrasi, yg pernah membela pengangkatan dan langsung saja tiga kamar sebelumnya. Setelah sepuluh tarikh mengiringi jalan perombakan yg pernah mereka awasi mengarungi hak-hak eksotis yg diberikan untuk mereka bermakna Konstitusi 2008, ketentaraan merawa tukar kapak awam maka tadbir desa itu atas 1 Februari, dan fitnahan ketakjujuran pemilu yg menjalar. Terkejut dan tindak itu, jutaan umat pantas turun ke adimarga, menuntut diakhirinya dominasi ketentaraan, pemberhentian kendala ketatanegaraan maka perbaikan tadbir demokratis.

Dari biyung metropolis profitabel Yangon yg giat santak perbukitan terasing dekat Negara Bagian Chin, Gerakan Pembangkangan Sipil yg menjalar pantas menabur ke sekujur janabijana, menangkis bank, rompok gering, pemindahan, tuntunan, maka unit penguasa lainnya, berkat tenaga kerja janabijana menolak hidup kepada yg anyar didirikan. junta, Dewan Administrasi Negara. Menggunakan siasat yg semakin artistik kepada mempermalukan maka mempermalukan junta, Generasi Z berpunya dekat jalur front kampanye, menghamburkan meme satir, membawakan tembang, menggambar mural maka terjela longyis nisa, selaku sapaan kepada langgam patriarki. Namun, barang apa yg dimulai selaku putaran penentangan publik yg sesak kegirangan yg dipimpin sama perempuan maka lanang rawan yg pengertian teknologi maka meme ini, pantas berganti sebagai putaran kepanikan maka kekejian cuma, kala unit kesentosaan Myanmar sebagai tak tahu adat menangani karet pengunjuk menyeberangi yg sepihak muluk tak bersenjata.

Dengan rekaman film kekejian ekstra-mematikan yg dan kuat berkitar dekat Internet, maka total alamat awam yg menumpuk (terkira anak-anak), pekik suport sejak Perserikatan Bangsa-Bangsa yg menggemakan ‘menderita reaksi kepada menyembunyikan (R2P)’, sebagai tertentang dekat sekujur kiprah muncul menyeberangi. Beberapa berhajat bahwa dan Biden dekat Gedung Putih, tindak normal sejak AS maka Eropa mampu mengimbau sejenis intrusi. Namun, pantas sebagai kentara bahwa selain melaknat gerakan pemerintahan maka mengaplikasikan separo “penalti yg ditargetkan”, saja terdapat minim impian dekat renggangan resistensi Barat kepada merawa gerakan jelas lainnya kepada karet kepala ketentaraan. Dalam jiplakan jurnal lektur kebolehan daya ASEAN, prakarsa sejak tubuh regional kepada meniadakan pertumpahan keluarga, menyusutkan kegentingan maka mengobati “kerakyatan” ke desa itu lagi pasti tak cespleng.

Dalam limbo: Buruh migran bergumul dan penggulingan Myanmar maka COVID-19

Karena sahifah penerbangan mereka tua, karet migran Myanmar berisiko sebagai tak berdokumen maka dikeluarkan sejak asilum dasar berkat kelangkaan bermakna kebijaksanaan anadrom Myanmar maka Thailand.


Sebagai simpulan, bagian kampanye pro-demokrasi Myanmar pernah menyambut usaha yg semakin mencegah, dan pemberontakan bersenjata maka kontak senjata gerilya saat ini dilihat sama separo umat selaku semata wayang alternatif yg tercecer. Ratusan, agak-agak beribu-ribu keturunan rawan pernah menjarah badan ke kancah tepian kepada mengungkai perkelahian maka pembibitan senjata renik sejak lembaga bersenjata rasial (EAO), yg pernah melanggar Tatmadaw selagi separo dasawarsa buat kata pemastian kadar tunggal maka hak-hak minoritas. Perang metropolis pernah terputus dekat Yangon maka kota-kota parak dan pemboman, penunuan maka rajapati yg ditargetkan, sepihak muluk dekat penjaga keamanan, jabatan tadbir maka kelawasan ataupun responden parak yg terhubung dan pemerintahan. Militer Myanmar lagi menjumpai pukulan yg menumpuk sejak rombongan pemberontakan awam dekat Wilayah Sagaing maka Negara Bagian Chin, bersama penjaga keamanan desa potongan maka pos-pos ketentaraan sama EAO pensiunan dekat lor maka tenggara desa itu.

Dipersenjatai sama Rusia, maka didukung sama negara-negara jiran, terkira China, respons Tatmadaw kepada kampanye anti-kudeta pernah mampu diprediksi. Mengadopsi program yg periode digunakan dekat negara-negara rasial tepian, ketentaraan pernah menyedot kekejian minus penglihatan miang, pukulan cuaca maka bumi, maka usaha kepada memotong simpanan konsumsi, cecair, maka obat-obatan kepada anggota awam yg terlantar. Teror desa, teratu maka kekejian liar lagi pernah dilakukan dekat sekujur janabijana, dikonsolidasikan mengarungi organ maka adat yuridis, dan terik pemberita, peneroka maka pengambil inisiatif asosiasi awam saat ini ditahan, tumpar ataupun membungkuk.

Tingkat bencana kemanusiaan yg dilakukan sama penggulingan seperti itu muluk sehingga kadang-kadang menyelubungi hakikat bahwa Myanmar, sepantun negara-negara parak dekat rat, tengah bermakna gejolak hawar yg menyerbuk. Petugas kebugaran, yg berpunya dekat jalur front kampanye anti-kudeta maka respons COVID-19, diperangi dan seru dekat sekotah segi. Langkah-langkah mitigasi COVID-19 regional pernah membuat penyudahan tepian Myanmar maka peregangan kuat ekonominya, menjelmakan pengingat compang-camping mengenai masa yg bertambah tertahan dekat waktu arkian Myanmar yg tak berlebihan tersendiri—makin minus aksen ujaran lebihan sejak penggulingan Februari. Setelah mono- dasawarsa perkembangan tahunan 7 upah, rabat kesukaran maka promosi berarti bermakna pemodalan antarbangsa, penggulingan lagi pernah menangkis perniagaan, dan nasihat UNDP bahwa hampir-hampir sebelah sejak penduduk Myanmar bakal kehidupan dekat kaki gunung jalur kesukaran atas prolog 2022.

Meskipun naga-naganya ketentaraan tak terik berganti selagi dasawarsa terkebelakang, desa maka rakyatnya tentu pernah berganti. Dan itu positif terus-menerus meremehkan warganya. Memang, sepantun yg didokumentasikan sama pujangga bermakna daya muat Pembaruan Myanmar belum lama, Tinggal bergabung Myanmar, senyampang terdapat terik batu sandungan yg mendalam normal kepada mereformasi desa, terdapat terik umat yg hidup minus letih dekat setra kepada mengalihkan sekalian sesuatunya. Pembukaan palka ketatanegaraan yg diberikan sama metamorfosis Myanmar selagi dasawarsa terkebelakang mengerling berkembangnya selaput asosiasi awam dekat seputar bermacam-macam tema, yg masa ini mencuat kampanye pro-demokrasi—terkira kepentingan bakal kesamaan kelamin, hak-hak pekerja maka perizinan yg bertambah halim. kepada komune rasial nasionalisme.

Dipelopori sama Generasi Z, pengambil inisiatif rasial maka pengulas prominen lainnya sejak penguasa NLD, luput mono- semangat yg bertambah mengangkat kepada lahir sejak penggulingan merupakan bahwa kontak senjata menyongsong ketentaraan pernah sebagai peperangan kepada mengerjakan ulang Myanmar yg bertambah bersumber maka global—mengerjakan sebuah ‘union federal yg jelas dekat mana sekotah anggota desa, sekotah rasial diperlakukan selevel’. Kudeta tertulis tak saja menerangi semangat repas sejak penggolongan pencabangan dominasi sebelumnya renggangan penguasa awam maka ketentaraan, namun lagi pernah mengistimewakan pekerjaan terik pengambil inisiatif yg lagi sepihak muluk diadili sama penguasa Liga Nasional kepada Demokrasi (NLD). kepada sunyi maka membiarkan. Bagi terik sejak orang-orang yg saat ini memegang Pemerintah Persatuan Nasional (NUG) yg anyar didirikan, tak terdapat adimarga ulang ke kualitas quo, terkira atas isu-isu kancing sepantun kesaksian kepada Rohingya maka atas haluan mencacakkan Uni Federal Demokratik yg safi. Seperti yg diamati sama pengambil inisiatif Kachin Stella Naw bermakna sebuah puisi belum lama, lamun “terdapat moral” sejak penggulingan, itu merupakan bahwa penggulingan pernah mengumpulkan “orang-orang sejak sekotah lembaran asosiasi, lin rasial maka pegangan”.

Author: Ethan Butler