Menggali Asal-usul Genetik Mumi Asia Dalam

Ilmuwan Asia (17 November 2021) – Meskipun kagak tercelik mumi yg serupa dalam sini, satuan kerja semesta sudah melubangi asal-usul genetik sisa-sisa bani Adam per Cekungan Tarim dalam ranah Xinjiang, China. Temuannya, dipublikasikan dalam Alam, mengekspresikan inti Asia jeluk warga, mengirap sikap sebelumnya atas golongan terkandung demi migran per Barat.

Di dalaman Asia Dalam, ranah Xinjiang berkedudukan demi bias celah Timur lalu Barat, divisi per kolom bazar yg bercorak dalam sejauh Jalur Sutra. Tetapi pengabadian sisa-sisa bani Adam yg kelas dua sudah menarik diri tes prasejarah dalam luruh terkandung. Cekungan Tarim sama dengan pengkhususan, sama makam yg memuat ratusan mumi bani Adam natural yg bernenek-moyang per Zaman Perunggu seputar 2.000 batas 4.000 warsa yg lewat.

Mumi Tarim yg peres tebakan menggunakan makao berbagai-bagai yg terbuat per sekelat kambing Eurasia Barat, mempunyai petanakan sorgum lalu tetek Asia Barat, lalu membonceng tumbuhan penawar per Asia Tengah. Selain itu, pemanfaatan boks hilang nyawa janggolan yg ditutupi sama indra peraba lembu melukiskan pengamalan pengebumian yg tersendiri kagak seakan-akan kelompok-kelompok Asia Dalam lainnya yg melubangi makam berkerikil alias mengkremasi jenazah mereka.

Teori sudah meletakkan golongan Tarim demi dinasti rumpun tukang angon yg mengimbit per Rusia kidul; Petani oase Asia Tengah sama sambungan genetik sama Dataran Tinggi Iran; alias populasi agro-pastoral per Inner Asia Mountain Corridor (IAMC) dalam tapal batas barat Xinjiang.

Sekarang, penyigian genetik perdana sudah meretakkan tebakan asal-usul dinasti rumpun mumi, jeluk sebuah tes yg dipimpin sama getah perca penyelidik per Universitas Jilin China, Universitas Nasional Seoul Korea Selatan lalu Institut Max Planck Jerman mendapatkan Ilmu Sejarah Manusia.

Dengan melukiskan segenap rentetan DNA per 13 mumi memutar pendahuluan yg diketahui lalu lima mumi per abad jangka berikutnya, satuan kerja menjumpai bahwa mumi Tarim bukanlah turis perdana dalam ranah terkandung, memperbedakan warga negara tahir setempat. Data genetik mereka bukan main langsung sama Eurasia Utara antik yg mereda sebelum Zaman Es ragil—warga sama hampir-hampir kagak tercelik runut genetik yg bersitegang dalam celah golongan zaman sekarang.

Kelompok Tarim jua mempresentasikan berkas gen yg bukan main tersudut, yg bermakna mereka kaku menyatu sama warga parak, apabila persis seluruhnya. Alih-alih hubungan genetik, sambungan refleksi sama kelompok-kelompok seakan-akan warga IAMC mana tahu sahaja berkedudukan demi jalan setapak mendapatkan pergantian pikiran lalu perniagaan yg menentang ke mumi kosmopolitan pikiran Xinjiang.

“Data paleogenomik yg hamba sajikan dalam sini mengunjukkan kisah warga yg bukan main berjarak lalu makin kelompok ketimbang yg diusulkan sebelumnya,” catat getah perca prosais. “Genom mumi Tarim mewariskan noktah acuan serius mendapatkan memodelkan warga waktu Holosen selaku genetik lalu merekonstruksi kisah warga Asia.”

Artikel terkandung angsal ditemukan dalam: Zhang et al. (2021) Asal-usul genom mumi Tarim Basin Zaman Perunggu.

———

Sumber: Universitas Jilin; Foto: Li Wenying.
Penafian: Artikel ini kagak merefleksikan langkah AsianScientist alias stafnya.

Author: Ethan Butler