Mengawasi IoT

AsianScientist (1 Oktober 2021) – Itu merupakan babak Black Mirror lima tarikh lewat yg menyinari soal privasi. Menampilkan penghisapan, peretasan webcam, serta penyeliaan teknologi yg korup, plotnya teka berlebihan di atas bangunan oleh pirsawan merefleksikan seberapa jenuh sebangun kita dipantau sama segudang abah-abah setiap denyut.

Jauh sebelum babak itu ditayangkan, jenuh bermula kita suah menudungi webcam laptop kita atas etiket, post-it note, serta slider yg dirancang eksklusif akan menghalangi webcam—belum terus menongkrongi ranjang yg besar bermula abah-abah kita setiap serokan berpakaian enggak cocok.

Tapi paranoia segera sinambung. Saat permutasi beralih atas deras, seperti itu kembali kompleks beramai-ramai kita berkenaan teknologi serta Internet of Things (IoT) yg maju, tela topik yg terhubung melintasi internet yg dirancang akan menggabungkan penerangan serta memajukan denyut kita. Nyaman bagai kali Alexa mengantarkan pirsa kita bahwa kita kekeringan buah dada, abah-abah arif yg kita gunakan berlantasan menggabungkan fakta mengenai dengan cara apa kita sebangun serta sapa kita faktual.

Ada segelintir interval pada asing bangunan kita. Dari penjagaan kesegaran engat manufaktur, strata tajam memajukan daya produksi serta kehati-hatian. Saat ini, Fitbits, alat penerangan denai, serta makin bekas kotor sekaliannya cakap merekam, menggabungkan, serta menyampaikan fakta.

Meskipun proliferasi abah-abah IoT, keselamatan mereka sedang pada hawa. Dalam karakteristik ini, temukan dengan cara apa ahli keselamatan menguatkan abah-abah yg terus kita kelilingi—sementara teguh menguatkan kita akan menambahkan denyut sehari-hari atas perasaan tenang serta lolos bermula penyeliaan.
Jaringan akan setiap keperluan

Untuk mengomunikasikan fakta yg dikumpulkan, penapisan atas abah-abah IoT silih berasosiasi melintasi gateway yg mencadangkan ataupun menghalangi kontak jarak bervariasi sumur fakta, peladen, ataupun database. Tugas mereka merupakan membereskan serta mengirim fakta yg relevan ke cloud. Dengan keselamatan yg sesuai, gateway IoT sanggup berlaku selaku lembaran benteng komplemen atas menghalangi kesempatan ke abah-abah yg mereka sambungkan.

Dalam segala apa yg disebut tela sauk-sauk, abah-abah cakap berkomunikasi iso- seimbang parak bersama memberikan penerangan ke gateway.

Di sebuah tela mesh sebagian-sebagian, cuma burik spesifik yg sanggup berkomunikasi iso- seimbang parak, tatkala burik lainnya cuma selaku penapisan. Tapi pada tela sauk-sauk pudat, segala penapisan sanggup memberikan penerangan serta selengkapnya silih berasosiasi.

Lebih serasi akan bangunan, tela kartika terdiri bermula kaum node penapisan yg sendiri-sendiri terhubung selaku perseorangan ke gateway.

Author: Ethan Butler