Mengapa Cina selaku imbangan persisten India?

Brahma Chellaney sama dengan seorang geostrategis beserta novelis sembilan surat kabar, termaktub “Juggernaut Asia: The Rise of China, India beserta Jepang.”

Ketika India, yg tenggang ini masih menjauhkan riak COVID kedua yg merobohkan, sama-sama terhalang setahun yg terus plus mengesahkan penguncian virus korona menyimpangkan sempit dekat buana, China menukil margin akan sebagai curi-curi menjelenak ke daerah-daerah tepian eminen dekat rayon rataan jangkung Ladakh India.

Ketika es yg meluluh memelopori rujuk jalan kans selesai tahun kecut Himalaya yg sembrono, India yg tersadar mencium bahwa Tentara Pembebasan Rakyat sudah meninggali ratusan kilometer bujur sangkar semenjak tepian, dibentengi sama stasiun bersenjata cenderung. Penemuan itu mengakibatkan cedera menutup mula-mula dekat rayon itu per 1975.

Pasukan PLA yg memprovokasi kukuh digali plus terbuka, plus Beijing enggak berperhatian akan menggugurkan perambahannya maupun mengantongi zona penopang kian berumur semenjak rupa yg ditetapkan dekat dwi rayon perkelahian lainnya akan mencegah cedera bersenjata kian berumur.

Dengan puluhan mili gerombolan China beserta India berbalas-balasan bertandang dekat bermacam-macam rayon, kebuntuan melambangkan lama perkelahian angkatan bersenjata terpanjang per China mewajibkan awak selaku jiran India atas introduksi 1950-an plus meninggali Tibet yg tenggang itu bebas. Bahkan serbuan angkatan bersenjata China tarikh 1962 dekat India – unik yuda lain yg dimenangkan sama China yg dikuasai komunis – belaka berlanjur semasih 32 yaum.

Sekarang, plus India yg bergumul memapak detonasi COVID yg seketika, tegak kepanikan China hendak menyumbangkan guncangan angkatan bersenjata kian berumur. Pemikiran ini belum lama menggiatkan komandan angkatan bersenjata India akan mengunjungi contreng ambang dekat Ladakh akan memonitor kesiapan operasional.

Sementara itu, bidasan China sudah menyigi Perdana Menteri India Narendra Modi, yg kalah akan meramalkan bidasan berkunjung pertama lantaran dirinya primer akan berpartner plus China. Bertemu Presiden Xi Jinping 18 lungkang semasih lima tarikh sebelumnya, Modi enggak menyelami bermacam-macam rambu-rambu pitawat, termaktub pendidikan menyerbu China beserta instalasi angkatan bersenjata perdana dekat sejauh tepian Himalaya.

Xi Jinping beserta Narendra Modi tunduk dekat Arjuna’s Penance dekat Mamallapuram, India atas Oktober 2019: Perdana Menteri India primer akan berpartner plus China. © Kantor Perdana Menteri India / AP

Sejak perompakan bentala China, Modi yg enggak sanggup beromong-omong sudah lengang, enggak menjuluki asma China lombong penjelasan publiknya maupun mengesahkan hilangnya rayon. Lebih gelap masih, enggak tegak hulubalang angkatan bersenjata yg dimintai pertanggungjawaban bagi penyesatan kesentosaan yg mudarat yg menjadikan India kentara bobok tengah hari. Menteri proteksi jua enggak mengantongi mengidap sambutan perangai beserta bersisurut.

Upaya India akan menyuramkan bukti akan meluputkan permukaan, termaktub penghalusan akan memeras penarikan China semenjak tepian – “perbaikan bernas pemufakatan beserta kesunyian dekat alun-alun tepian” – sudah selaku perigi tenaga kilang agitasi China. Liputan corong India bernas plus penghalusan yg diciptakan sebagai formal, plus mukim yg direbut sama PLA sebagai rutin dilaporkan selaku “rintik gesekan”.

Semua itu menguatkan aksi engkah ketua Tiongkok. Dalam kekuatan akan mengembangkan cetak biru “10 mil ke ambang, lima mil rujuk”, Beijing belum lama mencadangkan kedua tanah tumpah darah pantas selaras iso- sejajar parak “dekat pusat urut-urutan.” Bertemu dekat pusat urut-urutan hendak selaku “win-win” porsi China; itu tekun hendak berhasil dwi lungkang.

China enggak belaka hendak membela perompakan bentala intinya, namun jua hendak menggagahi India akan melegitimasi penjeratan China mereka. Pendekatan ini mencitrakan syarah Beijing mengenai “menyerahkan beserta mengantongi” – sayap parak menyerahkan beserta mengantongi.

Untuk otoritas Modi, India sudah menolak akan tunduk. India mengantongi kian semenjak semata-mata mengiringi peletakan angkatan bersenjata Himalaya China, beserta sudah menginterpretasikan bahwa saluran bilateral enggak sanggup rujuk wajar semasih tegak, memetik Menteri Luar Negeri S. Jaishankar, “gesekan, kewajiban, teror beserta pertumpahan keturunan dekat tepian.”

Bulan ini India menyingkirkan pemanufaktur China semenjak percobaan kalau polikel nirkabel turunan kelima, maupun 5G. Dan, enggak seolah-olah 15 ton tandon medis yg dilarikan ke Wuhan atas kulminasi endemi dekat senun, India sudah menolak akan sebagai timbang kembali mengantongi kontribusi formal China semasih lonjakan COVID tenggang ini.

Namun, keterlibatan paser panjangnya enggak melengah. Pertimbangkan, misalnya, penyusunan prasarana angkatan bersenjata perdana China yg berisik pikuk dekat sejauh tepian yg enggak santun. Penumpukan komprehensif ini menyimbolkan bahwa Beijing mengelih peluang yuda, maupun berancang akan meluaskan aksen konstan berkenaan India lombong paser berjarak.

Lebih bermotif masih, krida China, termaktub mobilisasi artileri, peluru kendali, beserta pembom ke ambang, merisaukan akan mengonversikan apa pun yg dulunya melambangkan tepian plus langlang gampang selaku tepian yg terus suhu. Dataran Tinggi Tibet sudah selaku stasiun angkatan bersenjata yg lebar porsi Tiongkok, yg jua menikmati margin semenjak landasan yg nisbi hambar memapak India.

Bagi India, tepian suhu bermaslahat pemberian perigi tenaga yg kian komprehensif akan proteksi tepian, termaktub meluaskan gerombolan yuda bukit embel-embel. Skenario seolah-olah itu enggak belaka hendak mempersulit India akan primer atas pertarungan vital yg kian lebar plus China, namun jua hendak semakin menguatkan perhimpunan China Pakistan.

Mengikat India dekat sejauh tepian Himalaya yg berjarak apalagi sanggup menyomenyungkurkong China menyelamatkan tinjak yg kian komprehensif dekat Samudra Hindia. Membuka perenggan bahari memapak India bermaslahat pengisolasian vital tanah tumpah darah itu.

Namun, tegak peluang bahwa – seolah-olah yuda tarikh 1962 – krida China sahih payah kontraproduktif. Perang itu merobohkan khayalan India mengenai China beserta mengaktifkan India menjauh semenjak pasifisme. Pada tarikh 1967, tenggang sedang lombong saat perbaikan semenjak yuda tarikh 1962 beserta yuda lainnya plus Pakistan atas tarikh 1965, India mendirikan China berdarah-darah lombong cedera angkatan bersenjata dekat sejauh tepian Tibet-Sikkim.

Dalam situasi rayon yg diperoleh, bidasan Ladakh Tiongkok bisa berbunga. Tapi sebagai diplomatis, itu sahih menggalaukan awak terkoteng-koteng, menggiatkan India kian hadapan ke Washington beserta mendirikan penimbunan angkatan bersenjata komprehensif India tidak terhindarkan. Hubungan celah Beijing beserta New Delhi beruang dekat rintik zero.

Ini kelihatannya melambangkan tes tarikh 1962, masa China meningkat, lombong kata-kata Perdana Menteri Zhou Enlai tenggang itu, akan “menyerahkan disiplin akan India”. China memboyong yuda namun kelenyapan keragaman. Perbedaannya masa ini sama dengan China mengangkat imbangan persisten jiran terbesarnya.

Author: Ethan Butler