Memecah Bahan Kimia Buruk Dengan Detoksifikasi Bakteri

AsianScientist (24 Agustus 2021) – Sementara mikroba mengantongi rap compang-camping selaku distributor pasal kelainan, sebanyak makhluk bernyawa tengkes mana tahu sahaja mukhalis jagat. Sebuah kolompok mondial mendeteksi bahwa mikroba berawal wadah pengucilan kotor India bisa mendetoksifikasi sampah ilmu pisah yg disebut hexabromocyclodecane (HBCD). kemosfer.

Untuk era yg tempo, penerapan pabrik pernah selaku pasal sempurna pengotoran jagat, melucutkan sampah genting seolah-olah HBCD. Pada penerapan klimaks, HBCD menjelang nisbah 10.000 ton setiap warsa selaku penyekat bara yg digunakan berarti maksud manufaktur garmen lalu terpadu berarti maksud plastik menurut set elektronik.

Pada tenggang benih ilmu pisah itu dilarang dalam serata negeri fana atas warsa 2014, kebejatan pernah terlaksana. Sebagai bisa jagat yg lanjut umur jauh, HBCD pernah meresap ke berarti maksud tahi, butala, lalu angin—justru ditemukan berarti maksud pertalian santapan lalu alhasil, berarti maksud spesimen keturunan cucu Adam lalu ASI.

Mengingat ketahanan HBCD dalam sekitarnya, perdua peneroka pernah menyelidiki kesediaan menurut mendetoksifikasi pencemaran ilmu pisah berawal tempo lampau menurut menciptakan tempo muka yg bertambah lurus hati. Para intelektual berawal Universitas Delhi lalu Pusat Habitat India, berbareng menggunakan kolega berawal Swedia, mendeteksi jalan lepas berawal liwa itu tunggal—menampakkan bahwa Sphingobium indicum mikroba yg menghuni wadah pengucilan kotor dalam India bisa memaklumi benih ilmu pisah ini.

Kemampuan detoksifikasi mikroba ini berpangkal berawal enzim yg disebut LinA, yg terjerumus berarti maksud metabolisme pembasmi serangga asing yg kini dilarang lalu kulit daging ilmu pisah HBCD. Dikenal selaku stimulan biologis, enzim menggagas hasil seolah-olah jalan lepas benih ilmu pisah.

Di lokasi pengikatan yg ditentukan, toksin merekat atas LinA, paralel menggunakan kancing yg dimasukkan ke berarti maksud ibu kunci. HBCD menggunakan bangat terbelah selaku adegan tak bersengat, yg setelah dilepaskan menurut menyampaikan lapangan alokasi benih ilmu pisah berikutnya menurut merekat atas lokasi pengikatan enzim.

Dengan memodifikasi mikroba selaku genetik, kolompok saja meminda komposisi enzim yg mereka hasilkan. Sementara enzim LinA terlalu ketat terhadap elemen yg bisa mereka sambut dalam lokasi pengikatan, transformasi genetik menerbitkan lokasi yg bertambah lapang menurut menghimpun benih ilmu pisah yg bertambah gemuk.

Menurut perdua peneroka, penelitian ini menyinari prospek merancang enzim yg bisa mendegradasi bisa asing selain HBCD. Melalui mutasi komposisi biologis, biotransformasi mana tahu selaku kancing menurut merekayasa enzim mikroba yg berjasa menurut mengobati jagat yg terlalu korup.

“Ini berjasa bahwa kita kini sepenuh hati mempunyai saat menurut menghabiskan prosedur biologis menurut memproduksi bisa lanjut umur jauh yg diproduksi sama pengikut cucu Adam ini selaku tak genting lalu didistribusikan ke zona yg lapang,” ujar sastrawan mula-mula belajar Dr. Norbert Heeb berawal Empa, Laboratorium Federal Swiss menurut Ilmu Material. lalu Teknologi.

Artikel tertulis bisa ditemukan dalam: Heeb et al. (2021) Transformasi -HBCD menggunakan Sphingobium indicum Enzim LinA1, LinA2 lalu LinATM, Triple Mutant berawal LinA2.

———

Sumber: Laboratorium Federal Swiss menurut Ilmu lalu Teknologi Material; Foto: Dipak Shelare/Shutterstock.
Penafian: Artikel ini tak memantulkan visi AsianScientist alias stafnya.

Author: Ethan Butler