Membentuk balik sekolah dengan pengerjaan: Belajar per Yru Laos

Pendidikan merupakan pengutamaan eminen berbobot skedul pengerjaan universal dengan kepentingannya dalam rumpang wadah menyertai penguasa sepantun UNESCO, UNICEF, dengan WHO bukan diragukan terus. Namun bunyi dengan penilaian buana kategori rasial kerap diabaikan berbobot teks kearifan universal ini, dengan kearifan walaupun berjumbai ala dugaan yg merefleksikan silsilah dengan latar belakang negara-negara pabrik Barat. Salah se- dugaan tercatat merupakan pias yg kerap dipertanyakan per sekolah ke kesegaran yg makin santun lantaran anggota asuh meraih makin sarat kepandaian, ada kunci yg makin santun ke mata air tenaga, dengan mendeteksi gelagat kredensial menjelang keuntungan kemasyarakatan dengan perniagaan. Namun, pengetahuan per Yru dalam Laos Selatan mencelikkan kita bahwa “peninggalan pikiran sehari-hari” – penunjuk pemahaman pikiran – merupakan keteguhan yg perantau kebanyakan per keselamatan rakyat dengan tabiat pelacakan kesegaran mereka yg kelompok dengan seringkali sinkretis.

Laos mendudu sablon intelek kearifan sekolah universal. Dalam daya menjelang pergi per statusnya demi “dukuh sempit meningkat”, Rencana Pengembangan Sektor Pendidikan dengan Olahraga 2015 sudah membirai sekolah demi penghubung menjelang menyurihkan penunggu Laos selaku,

“awak dukuh yg santun, spesialisasi, fit, kebal, berketerampilan jangkung sambil profesionalisme menjelang mengasaskan dukuh selaku nonstop, setara dengan setara sambil distrik dengan buana.”

Peningkatan teoretis sungguh sudah dibuat: kesertaan asli sekolah tajuk sudah menjelang 98,8% ala warsa 2016, dengan 80,9% anak-anak merampungkan madrasah tajuk ala warsa 2015/16, dibandingkan sambil 48% ala warsa 2007/08. Tetapi soal konsisten bertempat walaupun bertempat kesuksesan yg jelas.

Salah se- soal eminen merupakan bahwa restriksi sistemis mendefinisikan kepandaian individu rasial menjelang menyalin cuilan berbobot dengan mengajar sekolah dalam Laos walaupun bertempat daya penguasa menjelang membawa kategori rasial. Dengan besaran penunggu seputar 6,9 juta psike, terpakai 50 rasial formal yg diakui penguasa. Mayoritas merupakan rasial Lao Loum, dengan tingkah laku mereka merupakan tunggal tingkah laku formal dukuh tercatat. Etnis parak ada lingkungan pikiran yg berlainan, kalau-kalau bukan memakai tingkah laku Laos demi tingkah laku mama mereka, dengan kepelikan mengakses pelayanan sekolah dengan kesegaran.

Isu-isu makin tua menyembul dalam sisi belakang satah kunci ke pelayanan. Meskipun telaah dengan kearifan menjelaskan efek definit yg besar per sekolah ala lubang pencaharian terpenting dalam negara-negara berpenghasilan permulaan dengan medium, bersekolah trendi sudah mengarsip rantai kontra-intuitif dengan bersoal rumpang sekolah sahih dengan penerapan kesegaran rakyat – misalnya dalam Laos, Thailand, dengan Cina.

Peta Laos PDR menyigi teritori Champassak. (Sumber: Pengguna Wikimedia Commons Hdamm)

Apakah kita layak menghadang (lagi-lagi) karakter “sekolah” berbobot pengerjaan universal? Untuk mengintai balik dugaan ego, ego meluluskan telaah dalam Distrik Paksong dalam teritori Champassak, Laos Selatan (membelalang atlas). Penelitian ego berlanjur dalam marga Namtang (pop. 1114), dalam mana orang-orang Yru sebangun bergandengan sambil kategori rasial Lao Loum (Tai Lao). Sekolah dalam negeri dalam Namtang mengizinkan kunci ke sekolah tajuk dengan medium kirim sebelah kapital penunggu marga dengan rakyat seputar, dengan kaum rakyat sungguh menilai sekolah demi batu loncatan menjelang menjalin dengan menaikkan tabiat, lubang pencaharian, dengan pengerjaan umat. Dalam sensasi penunggu marga, sekolah selaku berlaku terikat sambil din dengan penerapan terikat kesegaran, yg terbentuk berbobot kunci encer ke pelayanan kesegaran sahih termaktub senter kesegaran, balai pengobatan preman, dengan gardu penawar dalam marga Namtang.

Tetapi madrasah tak tunggal efek ala penerapan kesegaran dengan keselamatan. Faktor kemasyarakatan dengan pikiran lainnya, sepantun adat-istiadat dengan rantai rombongan dengan rakyat, langsung mengajar penerapan kesegaran setempat. Memang, atlas komune dalam sisi belakang ini mengilustrasikan sebuah kuil Buddha dalam negeri (pelosok daksina sisi belakang) demi arah eminen menjelang terapi dengan pemahaman kesegaran menjelang arek dengan penunggu marga supervisor:

“Saya dulu seorang romo. Cara gua melindungi kesegaran gua didasarkan ala alitan Buddha, semadi, dengan Lima Sila Buddhisme.” (Peserta Penelitian Pemuda)

Meskipun peristiwa ini bukan senggang, bangsa Yru selaku spesial pun membela peninggalan pikiran takbenda yg disebut pembuluh (“mores” berbobot tingkah laku Inggris). Hal ini sanggup dipahami demi resam yg menyusun rakyat, yg menyabot misalnya kisaran antah sebelum beker 6 awal maupun membunuh senjata dalam marga, dengan yg membutuhkan ritus pemugaran menjelang memperbaiki keselamatan dengan menjelang mencegah kepedihan.

Pemetaan partisipatif sama awak wreda yg mengilustrasikan kedudukan pembelaan kesegaran dengan terapi dalam marga Namtang dengan kedudukan kesibukan jelas yg bertimbal. Dua coretan termasyhur mengilustrasikan Neum Reed, sebuah cungkup ritus menjelang apel Yru. Stiker bernuansa membuktikan prioritas pembelaan. (Sumber: selumbar telaah. Kredit coretan: Thipphaphone Xayavong.)

Itu pembuluh pikiran Yru mengilustrasikan berbagai macam edisi kesegaran dengan keselamatan dengan memperumit rantai yg kerap diasumsikan rumpang sekolah sahih dengan pendayagunaan pelayanan kesegaran. Berbeda sambil penceritaan kearifan kesegaran dengan sekolah yg menggarisbawahi menuai sahutan kepala, pembuluh merupakan soal bersama-sama yg menyabitkan kesegaran dengan keselamatan komune: Jika bertempat kepala yg menodai pembuluh, peristiwa itu sanggup mengaduhkan raut purata dengan menembakkan cacat, mair, maupun putus pencaharian kaum rakyat yg bukan kebanyakan. Untuk mempraktikkan sebangun yg fit, menjaga perseorangan unik hanya bukan utuh; mematuhi perikatan kemasyarakatan yg ditetapkan sama pembuluh niscaya diperhatikan pun. Warisan sehari-hari berbobot tipe ritus yg membelit pemberian fauna dengan minuman apel mereproduksi perikatan kemasyarakatan ini, menjadikannya tipe keselamatan yg diproduksi selaku bersama-sama. Itu pembuluh sungguh dikatakan “diperlukan” menjelang terapi lantaran sebangun bergandengan sambil dengan dimasukkan ke berbobot pemasokan deraian eminen pelayanan kesegaran sahih:

“Jika ego bukan sanggup dirawat dalam cungkup gering, maupun per kuil, dan sampai-sampai ego mencoret Reed.” (Peserta Penelitian Senior)

Dimensi keselamatan kemasyarakatan dengan kejiwaan sepantun itu kerap terbang berbobot alasan mengenai kesegaran, sekolah, dengan keterkaitannya. Untuk mengungkap ketidaktampakan tercatat, ego memakai sistem partisipatif yg makin berada mengambil prospek rakyat dengan vak kemasyarakatan pikiran yg makin besar berbobot kesibukan mereka. Kami menyelenggarakan sambil serangkaian dialog sambil berbagai macam pengelola hajat, termaktub lembaga kesegaran, personel kesegaran, pengaruh marga, relawan kesegaran, dengan penunggu marga. Kami lewat mendidik sekawanan asisten peneroka menjelang desain ini, yg ego mengambil per desa-desa yg menyerikati. Sebagai peneroka dalam negeri yg berbagi keahlian serta merta per Yru, mereka berada mengajar balik skedul telaah ego sepatutnya makin bertimbal sambil latar belakang dalam negeri. Asisten peneroka lewat menyalin karakter eminen demi co-fasilitator berbobot dialog rakyat.

Demonstrasi pemakaian Lao Hai (botol minuman kuat) berbobot ritus Peng Reed. Dalam susunan yg sawab, mandung seni (sekali-sekali nangui seni menjelang susunan yg makin kapital) dengan Lao Hai merupakan sepasang pemberian eminen yg digunakan individu menjelang menyerahkan pemuliaan akan semangat individu sampai umur mereka, maupun semangat dalam semesta (bengawan, jenggala, tasik). Ritual yg dipimpin sama ketua yg dihormati dalam rakyat sudah meninggali karakter per kakek moyang mereka. (Kredit coretan: Sai, Asisten Peneliti dalam Desa Namtang.)

Konsultasi rakyat balik memakai kiat partisipatif (mainan karakter, kategori polemik bulatan jenjam, pemetaan komune) dengan menyerahkan ceruk yg damai kirim kaum rakyat menjelang berbagi keahlian dalam kelas sekolah dengan kesegaran. Pengaturan bilingual memakai tingkah laku Yru dengan Lao memudahkan pengertian corat-coret yg kelompok, pengajian pengkajian berbareng, dengan pembuatan berbareng pemahaman. Teknik berbasis keterampilan lainnya sepantun pemetaan partisipatif dengan mainan karakter menyumbang menciptakan ceruk rileks dengan melipur kirim orang-orang menjelang manasuka menggambarkan sejarah mereka. Dibandingkan sambil sistem telaah lugu (yg pun ego gunakan, berbobot desain ini dengan sebelumnya), getah perca anggota sanggup makin mengekang nilai penjelasan segala apa yg gemar mereka sajikan dengan betapa mereka mengasaskan penceritaan mereka.

Tersenyum menjelang bergumul: Menunggu hawar dalam Laos

Sebuah perbincangan vital dengan belum terjawab merupakan sejauh mana adat-istiadat perkebunan subsisten tinggal sanggup memicu rombongan konsisten berkukuh.


Penelitian mengenai karakter pikiran berbobot menaikkan kesegaran bukanlah peristiwa trendi. Studi ego, bagaimanapun, bukan sahaja merasa peninggalan pikiran demi perabot menjelang menaikkan kesegaran walakin berpusat ala poin real dengan pati berbobot mengajar penerapan kesegaran dengan memanifestasikan keselamatan rakyat berbobot koeksistensi dengan pertumbuhan berbareng sambil segala apa yg disebut penyembuhan segar. Di marga Namtang, melindungi kesegaran dengan keselamatan tak sahaja menuai sahutan kepala menjelang konsisten fit selaku tubuh, walakin jalan pembuatan pikiran bersama-sama rakyat. Warisan pikiran takbenda sepantun: pembuluh menakrifkan rantai kepala sambil rombongan, komune, dengan ceruk mereka (mis Neum Reed), yg membuatnya niscaya menjelang melindungi keselamatan kepala dengan rakyat.

Suara kategori rasial menyumbang kita merenungkan dengan menghadang nama kearifan deraian eminen: Jika kearifan pengerjaan menaikkan sekolah sahih sekuler yg mengungsikan prevalensi lama, apakah kita bukan hendak menggelisahkan penerapan pikiran yg selaku bukan serta merta mempengaruhi kesegaran tubuh, dengan pun selaku serta merta mengajar edisi non-fisik keselamatan? Memang, arketipe pembaruan dengan pelacakan mereka menjelang “awak dukuh yg santun, spesialisasi, fit, kebal, berketerampilan jangkung sambil profesionalisme” kalau-kalau selaku bukan asa mengintimidasi kesegaran multidimensi walaupun janji santun mereka. Pendekatan partisipatif yg suseptibel kepada peninggalan – dengan, ala hasilnya, kearifan pengerjaan yg suseptibel kepada peninggalan – sanggup menyumbang menangani prospek dengan kesibukan yg kerap terpinggirkan berbobot teks deraian eminen.

Author: Ethan Butler