“Martabat turunan Adam” berisi norma Kamboja, kebijaksanaan lalu pembelaan publik awam

Pada 13 Agustus 2020, sekawanan lembaga dalam negeri lalu mondial mengompas Pemerintah Kerajaan Kamboja menurut membiarkan “Draf Undang-Undang Ketertiban Umum” yg polemis—sebuah ketentuan yg sudah dikritik melengking akibat luar biasa membanjarkan lapangan rakyat lalu mencemari kewibawaan berekspresi, konsorsium, lalu perakitan.

Dalam pemberitahuan berbareng mereka, komunitas lembaga terkandung mengompas kepedulian ala juntrungan yg ditegaskan RUU menurut melanggengkan, renggangan beda, “harga diri awak jajahan.” Mereka berargumen bahwa tata krama ini melambangkan pemungkiran berkenaan independensi perseorangan, lalu bahwa “kekecewaan menurut merumuskan kiap harga diri yg individual sebagai budi pekerti” bakal menganjuri bab ransum penguatan lalu pemisahan yg tiada ekuivalen. Tentu hanya terpendam kausa menurut renyang—dalam renggangan bermacam rupa kepribadian yg berpotensi dikriminalisasi serupa mencemari “harga diri awak jajahan” ialah “berbincang luar biasa melengking” lalu memakai baju yg “luar biasa ringkas” ataupun “luar biasa membayang”.

Kontroversi RUU Ketertiban Umum hanyalah cela se- replika pada bermacam rupa kerumitan lalu kontestasi yg mencakup benteng “harga diri”, berdisiplin dalam Kamboja maupun dalam sarwa adam.

Kompleksitas lalu kontestasi ini ialah tema pada rencana investigasi yg waktu ini lagi dilakukan sama getah perca penelaah pada Pusat Studi Hukum Humaniter dalam Phnom Penh lalu Queen’s University Belfast dalam Belfast. Selama setahun buncit, komunitas terkandung sudah menyelidiki penjelasan lalu pendayagunaan yg beraneka warna, beraneka warna, lalu terkadang paradoksal pada “harga diri turunan Adam” lalu rangka “harga diri” lainnya dalam sarwa norma, kebijaksanaan, lalu perbahanan publik awam Kamboja.

Penelitian ini didorong sama pertambahan eksponensial kesarjanaan lalu penggarapan kebijaksanaan yg bertumpu ala rencana “harga diri turunan Adam” sewaktu heksa puluh warsa buncit. “Martabat turunan Adam” semakin dibingkai demi rencana sidik utama turunan Adam mondial – yg melewati batas-batas kemasyarakatan, akal budi, tata krama, lalu ketatanegaraan menurut menuntut legalisasi turunan Adam” taksiran budi pekerti. Hal ini cakap ditemukan misalnya berisi Piagam PBB, International Bill of Human Rights, Conventions on the Elimination of Discrimination against Women and All Forms of Racial Discrimination, lalu belum lama sudah menyatu berisi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB 2030.

Mempertahankan pusaka sidik utama turunan Adam lalu awam: 30 warsa sehabis PPA

Baik publik awam maupun penguasa menyimpan karakter berisi mengarahkan publik berhubungan norma, pelaksanaannya, lalu hak-hak hukumnya.


Namun, segala sesuatu batasan “harga diri turunan Adam” berisi praktiknya selaras sekaligus tiada terbantahkan. Faktanya, diskrepansi substansial menyempal sekeliling macam mana “harga diri turunan Adam” wajar didefinisikan, macam mana situasi itu cakap dilindungi memakai sebaik-baiknya, lalu segala sesuatu yg dibutuhkannya pada jajahan, badan non-negara, lalu awak jajahan. Kadang-kadang kalau-kalau menyimpan segenap penjelasan yg paradoksal sekali lalu, mengatup kewibawaan lalu hambatan ala kepribadian turunan Adam lalu transformasi motif boleh jadi sumbut memakai beraneka warna penangkapan berhubungan segala sesuatu artinya menyimpan sidik.

Ketika “harga diri turunan Adam” menggiring sarung yg semakin senter berisi program-program sidik utama turunan Adam lalu pembentukan mondial, mutasi lalu antagonisme ini sebagai makin istimewa. Mengimpor rencana sidik utama turunan Adam sebagai primitif ke berisi susunan kemasyarakatan, ketatanegaraan, norma, lalu tata krama yg berlawanan cakap melahirkan tantangan yg substansial ransum mereka yg ditugaskan menurut mengimplementasikannya. Hal ini pula cakap memingit mencoba “kepemilikan” nasional buat sidik utama turunan Adam, berkontribusi ala visi bahwa mereka tiada makin pada pemaksaan Barat.

Di muka beda, yg beda berbicara bahwa rencana alur serupa “harga diri turunan Adam” mengusulkan kesanggupan yg substansial demi mesin menurut mengupas lalu menaikkan nilai-nilai alur sidik utama turunan Adam. Pada waktu sidik utama turunan Adam semakin dianggap terbuka sebagai ketatanegaraan lalu serius dibicarakan dalam sarwa Asia Tenggara lalu sekitarnya, peluang serupa itu mustahak terserang penyakit kepedulian.

Di Kamboja, investigasi asal menyatakan bahwa “harga diri turunan Adam” sepertinya menyimpan taksiran demi pangkalan menurut menaikkan lalu mengupas sidik utama turunan Adam lalu ketenangan turunan Adam. Kamboja sudah meratifikasi makin ramai alat sidik utama turunan Adam ketimbang sipil jajahan dalam tempat itu—segenap dalam antaranya sebagai kategoris menunjuk ala benteng harga diri turunan Adam. Namun, kepala Kamboja sudah bergumul menurut mengungsikan kunci ke benteng sidik utama turunan Adam berisi praktiknya, temporer payah sececah investigasi yg menyurvei penjelasan Kamboja yg diberikan ala rencana alur sidik utama turunan Adam. Melalui investigasi ini, saya bertenggang berkontribusi menurut merapatkan disekuilibrium wawasan ini.

Mengambil pada Ringkasan Riset mula-mula rencana, dalam sini saya mengusulkan segenap replika tiada afdal berhubungan macam mana harga diri turunan Adam lalu pembingkaian harga diri lainnya dipahami lalu digunakan berisi norma, kebijaksanaan, lalu perbahanan publik awam Kamboja.

Martabat Manusia dalam Kamboja: Jamak, Diperebutkan, lalu Bertentangan

Pekerja sudung undak-undakan memestakan Hari Hak Asasi Manusia, Desember 2015. Foto sama Yim Soth dalam Flickr. (CC BY-NC-ND 2.0)

Meskipun dimasukkan berisi ramai alat sidik utama turunan Adam yg sudah diterjemahkan ke berisi tata krama Khmer, satuan tugas terkandung tiada cakap mengindra versi Khmer yg “formal” menurut “harga diri turunan Adam.” Kami mengindra bahwa berisi praktiknya, segenap frasa digunakan, tertanam: sechaktei thlaithnaursaya chea mnous (kadar badan demi turunan Adam); sechaktei thlaithnaur robsasaya ramai sekaligus (kadar badan pada turunan Adam); sechaktei thlaithnaur​ robsa bokkol mnous (harga diri perseorangan turunan Adam); lalu sechaktei thlaithnaur—knongnam chea mnous (harga diri buat sebutan turunan Adam).

Tidaklah terang ransum kita bahwa ungkapan-ungkapan itu menyimpan batasan yg berlawanan se- selaras beda, pula tiada mengeluarkan macam mana “harga diri turunan Adam” dipahami. Yang makin membubut ransum saya ialah hal yg mendasarinya rencana lagi digunakan lalu dipahami, akibat versi verbatim pada “harga diri turunan Adam” berisi praktiknya sepertinya payah berlawanan pada penjelasan yg disampaikan berisi tata krama versi. Kami pula mengindra bahwa “harga diri” dipasangkan memakai rencana beda, serupa “harga diri awak jajahan” yg dilindungi sama RUU Ketertiban Umum, “harga diri kapita”, “sidik buat harga diri”, lalu harga diri kapita terpilih. .

Terjemahan menyimpangkan spontan pada frasa ”harga diri turunan Adam” ditemukan berisi lingkungan hak-hak karyawan lalu keadaan denyut. Misalnya, harga diri turunan Adam ditemukan membutuhkan honorarium yg patut berisi Undang-Undang Ketenagakerjaan Kamboja warsa 1997 lalu keadaan pekerjaan yg akseptabel berisi KUHP.

Hubungan renggangan harga diri turunan Adam lalu keadaan pekerjaan ini cakap dihubungkan memakai kedatangan pembelaan jangka lengkung berjarak pada Organisasi Perburuhan Internasional dalam Kamboja, yg sudah meletakkan pentingnya “keadaan pekerjaan yg berpamor” sewaktu makin pada 100 warsa. Namun, penggait memakai harga diri turunan Adam pula kelihatan berisi penjelmaan komunitas publik awam nasional, yg mengadvokasi kiap perburuhan yg makin berdisiplin lalu keadaan pekerjaan yg berpamor menurut komunitas terpilih, serupa bintang film lalu perempuan dalam pabrik lipuran. Dalam lingkungan ini, harga diri tercantel memakai keadaan pekerjaan paling tidak, dengan non-diskriminasi lalu kewibawaan pada kebengisan.

praktisi garmen Kamboja. Foto sama ILO Asia-Pasifik dalam Flickr (CC BY-NC-ND 2.0)

Di pendatang lingkungan hak-hak karyawan, saya mengindra bahwa bibliografi berhubungan jaringan renggangan “sidik utama turunan Adam lalu harga diri” acap dibuat berisi kata yg sedang kasar. Misalnya, Pemerintah Kerajaan Kamboja sudah mencukil “menaikkan sidik utama turunan Adam lalu harga diri” dalam renggangan tujuan-tujuan menyeluruhnya berisi dobel Rencana Pembangunan Strategis Nasional terakhirnya. Demikian lagi KUHP 2007 menerangkan bahwa KUHP sebagai kebulatan mengikhlaskan konkretisasi jelas berkenaan “harga diri kapita, pertemuan pendapat varietas seks lalu rungguhan sidik properti” seperti tergolong berisi Konstitusi.

Persyaratan yg makin istimewa kadang-kadang ditemukan, memakai Konstitusi 1993 mencukil “harga diri awak jajahan” yg mewajibkan pembatasan penawanan yg tiada berlaku, penganiayaan lalu kezaliman bodi berkenaan tawanan, legalisasi yg tiada berlaku lalu tentangan pasti. Dalam lingkungan ini, harga diri turunan Adam dipahami demi memingit kesibukan jajahan. Interpretasi serupa itu pula kelihatan berisi penjelmaan LSM sidik utama turunan Adam, yg memakai tata krama yg berpamor menurut memandang penyekatan kewibawaan berekspresi lalu pendayagunaan resistensi berkenaan pengunjuk mencoba.

Sedangkan contoh-contoh terkandung menyatakan bahwa harga diri turunan Adam dipahami demi materi yg membutuhkan bermacam rupa benteng sidik, saya pula mengindra kedudukan dalam mana harga diri disebut demi validasi menurut memingit sidik kepala beda.

Ini menyimpangkan kasar berisi kaitannya memakai kewibawaan berekspresi. Kami menyalin berisi pengantar kata bahwa RUU Ketertiban Umum sebagai kategoris mencukil “harga diri awak jajahan” dalam renggangan validasi menurut memasarkan bermacam rupa penyekatan kewibawaan berekspresi, lalu ini pula kelihatan dalam sarung beda. Misalnya, Sub-Keputusan 2021 memasarkan penyekatan pemasokan internet memakai kausa “kesejahteraan, kesopanan kasar, harga diri, akal budi, konvensi, lalu kerutinan publik.” Meskipun ini ialah replika belum lama, pendayagunaan harga diri menurut menghambat kewibawaan berekspresi bukanlah situasi anyar dalam Kamboja, pula tak jaringan renggangan harga diri lalu “kerutinan publik”: Pasal 41 Konstitusi 1993 menghambat pendayagunaan kewibawaan berekspresi “menurut mencemari harga diri kepala beda, menurut mempengaruhi kelakuan yg berdisiplin lalu gaya hidup adat publik, kesopanan kasar lalu ketenangan dalam negeri.” Martabat berisi lingkungan ini terkadang diterjemahkan demi “harga diri.”

Pada jam beda, harga diri kapita terpilih sudah digunakan menurut memingit kewibawaan berekspresi kepala beda. Misalnya, amandemen KUHP Kamboja warsa 2018 (Pasal 435 bis) menghambat “tuturan, kejut awak, notulen, vinyet, ataupun materi yg bakal mempengaruhi harga diri Raja”—“harga diri” dalam sini pula cakap diterjemahkan demi “nama baik” ataupun “reputasi”. Ini merepresentasikan Pasal 502 KUHP, yg merumuskan lalu menghambat “nama buruk” yg “menggelisahkan harga diri seseorang.”

Perempuan mengunjung Kamboja dalam metode UN Women mempercakapkan kebengisan berkenaan dara. Foto sama Sara Hakansson dalam Flickr (CC BY-NC-ND 2.0)

Akhirnya, lalu menyatakan beraneka warna penjelasan yg cakap dipegang sama harga diri turunan Adam, saya mengindra segenap kedudukan dalam mana harga diri turunan Adam sama-sama a hambatan lalu benteng. Hal ini payah kasar berisi kaitannya memakai norma lalu kebijaksanaan menyerang “harga diri dara”. Misalnya, pembatasan bursa turunan Adam lalu pemakaian seksi bertenggang menurut mengendalikan “harga diri dara”, walakin pula merujuk ala “nilai-nilai Khmer” lalu “kebajikan kemasyarakatan.” Kami mengindra bahwa lembaga publik awam acap menyuluhi kelengahan yg sepertinya dihadapi dara buat kemahiran mereka, menyatakan bahwa “harga diri dara” pula mengangkut ambisi terpilih sekeliling kepribadian yg tampan.

Kesimpulan

Apa yg mau saya soroti memakai mengalokasikan contoh-contoh ini ialah bahwa dalam Kamboja, serupa berisi lingkungan beda, rencana harga diri turunan Adam dikemas memakai penjelasan yg menggantung ala lingkungan, yg cakap menebeng bertumpukan, lalu yg cakap beriring-iring sebagai spontan se- selaras beda. Makna-makna ini ala gilirannya cakap mendatangi ala kepastian yg beraneka warna lalu paradoksal, start pada benteng sidik utama turunan Adam lalu peningkatan keadaan pekerjaan lalu denyut yg patut, sempadan penyekatan sidik lalu kewibawaan. Selain itu, segala sesuatu yg dimaksud memakai “harga diri” berisi norma lalu kebijaksanaan Kamboja tiada terus-menerus terang, sehingga melahirkan keresahan bakal penangkapan yg sesuka hati lalu pemisahan berkenaan rakyat yg telah terpinggirkan ataupun peka sebagai ketatanegaraan.

Tak se- juga pada ini dimaksudkan menurut menyatakan bahwa harga diri turunan Adam tiada menyimpan taksiran demi rencana sidik utama turunan Adam yg berpedoman. Jelas pada investigasi asal saya bahwa cengli sekian. Namun, situasi itu menyatakan perlunya kehati-hatian yg makin adi sebelum memperkirakan “keuniversalan” pada konsep-konsep terkandung, lalu menurut makin ramai dialog sekeliling realitas bertebaran yg acap mengantar pengalihbahasaan konsep-konsep gerendel sidik utama turunan Adam ke berisi lingkungan yg beraneka warna. Selama segenap rembulan ke permulaan, saya bakal menasyrihkan serangkaian temu ramah memakai kepala Kamboja pada sarwa tumpukan publik menurut mencebak makin berisi penjelasan, khasiat, lalu taksiran yg diberikan ala harga diri turunan Adam. Dengan sekian, saya bersandar investigasi saya cakap berkontribusi ala dialog ini.

Artikel ini diambil pada rencana investigasi dobel warsa berjudul, “Menemukan ‘Martabat Manusia’ dalam Kamboja”. Proyek ini melambangkan kerja sama renggangan CSHL lalu Queen’s University Belfast lalu didanai sama British Academy Humanities and Social Sciences Tackling Global Challenges Fund, memakai bilangan peragih: TGC200177. Untuk penerangan makin berumur hubungi Peneliti Utama dalam [email protected] Anda cakap mengakses ikhtisar investigasi saya berisi tata krama Inggris lalu Khmer lalu mengendus makin berumur berhubungan rencana ini dalam sini.

Author: Ethan Butler