Lima Menerima Penghargaan Sains selanjutnya Teknologi Presiden 2021 Di Singapura

AsianScientist (10 Desember 2021) – Singapura pernah memasrahkan Penghargaan Sains selanjutnya Teknologi Presiden (PSTA) 2021 terhadap lima sarjana utopis, menghargai partisipasi fantastis mereka ala tamasya eksperimen selanjutnya pembangunan wilayah. Daftar pemimpin terbaru dianugerahkan ala order yg diadakan ala 10 Desember 2021 dalam The Istana.

PSTA, yg sebelumnya dimulai selaku Penghargaan Sains selanjutnya Teknologi Nasional ala warsa 1987, melukiskan penghargaan perfek yg bisa diberikan Singapura terhadap karet sarjana selanjutnya insinyurnya. Penghargaan ini menyuluhi spekulasi panas dalam putar reka cipta semen selanjutnya permutasi pintasan yg pernah mendukung menguasai kejadian menyodok bermula biomedis batas rekayasa material.

Penghargaan warsa ini terjumlah President’s Science and Technology Medal (PSTM), President’s Science Award (PSA) selanjutnya President’s Technology Award (PTA), diberikan terhadap lima manusia penyambut penghargaan bermula dewan keilmuan domestik. Menariknya, lingkungan eksperimen mereka segenap bersanggit seraya kebijaksanaan aktivitas, mengekspos perkembangan berkesinambungan Singapura analitis bioteknologi selanjutnya persembahan servis kesegaran.

Kedua pemimpin PSTM 2021—Professor Ivy Ng, Group Chief Executive Officer SingHealth, selanjutnya Profesor Peter Gluckman, Chief Scientific Officer dalam Agency for Science, Technology and Research (A*STAR) Singapore Institute for Clinical Sciences (SICS)—pernah meninggikan kiap pendidikan darah daging.

Ng mempelopori acara skrining kepada kanak-kanak anyir seraya huru-hara pendengaran selanjutnya menegakkan National Thalassemia Registry kepada mengenali satu yg berisiko mengantongi darah daging seraya divergensi keluarga oleh-oleh yg disebut thalassemia. Upaya penyelenggaraan pediatriknya yg mengganti mainan pernah meninggikan adat intrusi selanjutnya produk klinis kepada kedua konteks termaktub.

“Kami sekali tersorong sama penghargaan ini selanjutnya itu menganjurkan patik kepada kian mengoyak pintasan yg kian longgar mendekati kesegaran selanjutnya kesentosaan potong penduduk patik selanjutnya sekitarnya,” bicara Ng analitis orasi penerimaannya.

Mengejar eksperimen aktivitas asal selagi kian bermula wahid sepuluh tahun, Gluckman yakni otak keilmuan dalam putar Growing Up in Singapore Towards healthy Outcomes (GUSTO), sebuah ikhtiar paser tinggi yg bertenggang fasih sangkut paut jangka kesegaran mama selanjutnya kelanjutan darah daging umur pra.

Selain berpengaruh ala kecendekiaan penyelenggaraan kesegaran domestik, karyanya pernah mendukung melantan kanal talen kepada wilayah kapasitas anak Adam, memulai gelap pembangunan holistik.

“Penghargaan ini membayangkan kondisi pengembara simpel yg pernah diciptakan Singapura kepada eksperimen medis bagian jagat,” perkataan Gluckman menyelusuri film. “Saya sukacita bahwa tugas patik sehaluan seraya operasi Singapura kepada mengemukakan kapasitas manusianya.”

Selama dalam National University of Singapore (NUS) Yong Loo Lin School of Medicine, Associate Professor Too Heng-Phon menghimpunkan PTA warsa ini kepada teknik terobosannya kepada mendapatkan microRNA, tanda molekuler yg menyusun ala kelainan.

Penelitiannya semenjak itu pernah dikomersialkan sama perseroan biotek yg berbasis dalam Singapura, MiRXES, membeberkan reka cipta biomarker miRNA selanjutnya pemecahan pengindraan pra puru ajal, terjumlah ujian keluarga molekuler prima dalam jagat kepada mengayak akibat puru ajal waduk.

Sementara itu, pemimpin PSA 2021 yakni Profesor Wang Linfa bermula Duke-NUS Medical School selanjutnya Profesor Chen Xiaodong bermula Nanyang Technological University Singapura pada tugas instrumental mereka tiap-tiap analitis kelainan menurun selanjutnya bioelektronik rapuh.

Wang pernah meninjau biologi kelelawar selaku ensiklopedis selanjutnya pemencaran virus dalam jangka marga yg bersalah, menyemayamkan alur sungai kepada pencegahan selanjutnya penanggulangan kelainan yg sekali menurun seraya kian setia. Dia pun mendukung membeberkan perangkat ujian bangat yg mendapatkan antibodi obat lawan virus corona anyar—sebuah permutasi yg masa ini digunakan dalam kian bermula 50 wilayah kepada mencegah pemencaran COVID-19.

Dengan menguntit komposisi saraf anak Adam, Chen pernah melunasi manusia mesin rapuh selanjutnya material parak seraya kapabilitas penginderaan okuler selanjutnya rabaan, mengganti tanda biologis selaku penjelasan setrum. Melalui tenaga ini, dia mendukung mengiringi angkatan bioelektronik selanjutnya fakta fungsional berikutnya, berangkat bermula teknologi pengamatan kesegaran tumbuhan batas setel kesegaran yg bisa dikenakan.

Panitia pemilahan superior diketuai sama Profesor Tan Chorh Chuan, Kepala Ilmuwan dalam Kementerian Kesehatan Singapura. Sejak penghargaan dinaikkan ke lantai Presiden ala warsa 2009, kian bermula 60 pemimpin selaku manusia ataupun analitis barisan pernah diakui. PSTA lantas meninggikan lantai keutamaan analitis eksperimen, menyulut dorongan permutasi dalam sekujur Singapura.

———

Sumber: A*STAR; Ilustrasi: Ajun Chuah/Asian Scientist Magazine.
Penafian: Artikel ini tak membayangkan penilaian AsianScientist ataupun stafnya.

Author: Ethan Butler