Kekuasaan Taliban dipulihkan pada Afghanistan: keterlibatan kedamaian perincian Indonesia

Di vista revolusioner Islam Indonesia, gendongan kepada Taliban—yg berusaha memulangkan Imarah Islam Afghanistan selesai penarikan AS semenjak desa itu—terpenting diperoleh semenjak komunitas lagi kepala yg posterior aksi Al-Qaeda (AQ) lombong menolak legalitas “kekhalifahan” yg masa ini suah tiada berbuat yg dideklarasikan sama Negara Islam (IS) pada Suriah lagi Irak ala warsa 2014. Selain itu, gendongan kepada Taliban lombong lingkungan Indonesia selaku konvensional dikaitkan lekat plus gendongan kepada AQ, mengarah-arahi yg perdana suah mengagih ajang bungker perincian AQ semasa kira-kira dasawarsa. Dengan begitu, betapa pengambilalihan Afghanistan sama Taliban mau ditafsirkan sama karet penyokong Al-Qaeda pada Indonesia? Lebih suntuk, segala apa keterlibatan kedamaian perincian desa?

Dukungan kepada Taliban

Kubu pro-AQ Indonesia tenggang parak terdiri semenjak Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Jama’ah Ansharusy Syariah (JAS) lagi Jemaah Islamiyah (JI), sekalian komunitas yg bercita-cita mencacakkan desa Islam pada Indonesia. Loyalitas mereka menjelang AQ, lagi bertambah suntuk terus, Taliban, terpandang semenjak konten yg diposting pada lokasi web lagi notifikasi blok sendiri-sendiri. Pada warsa 2007, Arrahmah Media, tercantel plus MMI, membangkit jurnal arti berjudul Manusia Raksasa: Biografi Mullah Umar. Buku yg bermuatan shalawat menjelang sep Taliban yg mencacakkan Imarah Islam Afghanistan itu, tatkala ini tinggal dijual pada kira-kira kebijakan e-commerce pada Indonesia. Berdasarkan tatapan hamba, lokasi web blok komunitas terkandung lagi selaku terpimpin mengagih pembaruan bab kesuksesan Taliban semasa kira-kira dasawarsa.

Setelah pengambilalihan belum lama, JAS merupakan komunitas revolusioner tempatan pro-AQ perdana yg selaku formal menuturkan sip menjelang Taliban. Bahkan, penghargaan masyarakat JAS pada lokasi web resminya bab kesuksesan regional Taliban dimulai ala Maret 2020, waktu menyerahkan sip menjelang Taliban untuk “kemenangannya” lombong ceramah harmoni pangkat jangkung yg diadakan pada Doha ala Februari 2020, yg menghadap ala Komitmen AS kepada penarikan serdadu semenjak Afghanistan. JAS lagi menuturkan sip menjelang bala tentara Afghanistan, yg diklaim mau lekas menikmati keistimewaan lagi keistimewaan serupa pada dek kada Islam (Syariah). Menyusul pengambilalihan mandeh metropolitan Kabul sama Taliban, JAS rujuk memuliakan komunitas terkandung, menggerakkan pemeluk Islam pada segenap loka, terkira pada Indonesia, kepada memestakan kemenangannya.

Penelitian sama PAKAR, sebuah LSM Indonesia yg merasai terorisme, lagi melahirkan bahwa kira-kira bekas tahanan teroris pro-AQ suah selaku penyokong patuh Taliban lombong kira-kira warsa bungsu. Mereka langsung memulihkan perseorangan bab kesuksesan bedel serdadu Taliban lagi belum lama menebarkan rujuk permintaan tuturan sip semenjak komunitas blok AQ—Hay’at Tahrir al Sham (HTS) semenjak Suriah lagi Al-Qaeda pada Semenanjung Arab (AQAP), yg berbasis pada Yaman—mencanangkan kesuksesan Taliban lombong merenggut rujuk Afghanistan.

Euforia untuk “hasil” Taliban lagi terpandang lombong komunikasi online komunitas pro-AQ pada Indonesia, yg menyiratkan semoga Taliban menggabungkan pemeluk Islam pada segenap loka lagi mencacakkan kekhalifahan inklusif, terkira melumatkan mandeh metropolitan London lagi Washington. Dalam lingkungan Indonesia, jadi kira-kira cadangan online kepada menggabungkan karet jihadis pada dek Daulah Islam Sumatra (Negara Islam Sumatera). Ada lagi cadangan semoga Taliban mengajun “agen” pada Indonesia, lagi menyumbang penyusunan desa Islam pada desa terkandung. Sementara itu pada dataran, kira-kira zat Islam pada Poso, Sulawesi Tengah, laksana penyokong Front Pembela Islam (FPI) yg dilarang, lagi bekas gerilyawan bentrokan publik Poso ala start 2000-an, suah mengompas pemeluk Islam kepada bersumpah patuh (bai’at) menjelang Taliban.

Berbeda plus kepuasan zat pro-AQ Indonesia, evidensi International Center of Political Violence Research (ICPVTR) memperlihatkan benteng pro-IS pada Indonesia suah menolak pengambilalihan Taliban demi “hasil”. Ia suah mengecap Taliban demi mungkar (mungkar) lagi pro-Syiah lagi pro-AS, selain selaku antiwirawan berkenaan IS Khorasan, blok IS yg berbasis pada Afghanistan. Riset PAKAR memperlihatkan kira-kira penyokong komunitas pro-ISIS, Jamaah Ansharud Daulah (JAD) lagi Jamaah Ansharul Khilafah (JAK), menerangkan bahwa Taliban merupakan thaghut (desa Muslim penindas yg tiada melempangkan Syariah) demi emiratnya didasarkan ala coret-coretan negara-bangsa (patriotisme), lagi plus begitu suah membelok semenjak prinsip penegak AQ Osama bin Laden. Reaksi laksana itu diharapkan, berkat karet penyokong ISIS tinggal menginginkan penyembuhan “Kekhalifahan” komunitas yg masa ini suah terhalang.

Implikasi Keamanan

Dukungan semenjak polikel revolusioner Indonesia kepada Taliban mengantongi kira-kira keterlibatan kedamaian. Pertama, kesuksesan Taliban angsal membakar rujuk kelompok-kelompok pro-AQ Indonesia lombong mempraktikkan muslihat durasi mereka, yg menyangkutkan unsur-unsur non-militer (kemasyarakatan lagi ketatanegaraan) lagi serdadu (jihad bersenjata). Dalam dekade bungsu, kelompok-kelompok Indonesia terkandung pada untuk suah mengakurkan perseorangan plus muslihat paser tinggi yg menyiasati berdirinya desa Islam pada Indonesia. Unsur non-militer terpenting menghajatkan memimpin jantung lagi paham paguyuban tempatan melintasi aksi kemasyarakatan (syarah/penjangkauan din, perbuatan baik, penggodokan) lagi partisipasi berpraktik lombong lembah ketatanegaraan. Yang bungsu bermaksud kepada menawarkan syariah ke lombong bentuk ketatanegaraan lagi kada Indonesia (plus menceburkan diri lombong pemilu, beriringan kasar, dan melobi penguasa lagi badan legislatif bab isu-isu Islam).

Unsur serdadu diwujudkan plus tiada mereka-reka pukulan pada lombong praja (perincian JI, ini terpenting berjalan waktu Para Wijayanto mengepalai komunitas semenjak 2009 santak 2019), tengah ala tatkala yg klop selaku sorok-sorok mengapalkan anggotanya kepada memperoleh kemahiran serdadu pada Suriah demi dapur semenjak mereka gue bapak kalender (penataran serdadu). JI, komunitas plus awalan serdadu memutar benar-benar, beriman bahwa jihad pantas dilakukan waktu selesai selaku serdadu lagi menanggung gendongan semenjak paguyuban; sekalian itu membutuhkan ketahanan. Dalam kelainan tajam, ketahanan suah selaku mata air friksi tenggang zat AQ lagi IS Indonesia. Mereka yg tiada adem rata-rata dikaitkan plus yg bungsu yg jaringannya bertambah menggemari pukulan manasuka pada Indonesia plus kecil awalan.

Kedua, kira-kira kepala pro-AQ suah terangkat kepada melahirkan janji mereka kepada memindahkan (kolonisasi) ke Afghanistan kepada mengantongi penataran semenjak Taliban lagi memanfaatkan kemahiran terkandung kepada mencacakkan desa Islam rujuk pada Indonesia. Jika ini terbentuk, itu mau mencetuskan gelogok kedamaian yg benar-benar perincian Indonesia lombong paser tinggi berkat karet jihadis yg rujuk mau bertambah kesatria plus penataran Afghanistan mereka, plus modus operandi yg klop laksana polikel jebolan JI Afghanistan ala 1980-an lagi 1990-an.

Ketiga, jihadis Indonesia angsal menyulih lagi menggunakan muslihat lagi trik Taliban—laksana yg dijelaskan lombong resep tradecraft yg bungsu (laksana trik gerilya) yg merebak pada lingkungan online Indonesia—kendatipun kemungkinan laksana itu ajek suntuk. Hampir wahid dasawarsa yg silam, 12 peron resep Taliban berjudul “The Islamic Emirat of Afghanistan: The Prison Break: How to Turn Fantasy to Reality” diterjemahkan ke lombong norma Indonesia lagi diposting pada kira-kira lokasi ekstrimis Indonesia ala warsa 2012. Manual ini mudah-mudahan suah menginspirasi Fadli. Sadama, kepala pasukan Kumpulan Mujahidin Indonesia (KMI) – agen JI pada Sumatera Utara yg dipimpin sama Toni Togar – merancang pembobolan kerangkeng pada Medan ala Juli 2013. Sebanyak 218 tahanan, terkira 15 teroris, menculik perseorangan semenjak kerangkeng tatkala itu. Lima belas kasihan fungsionaris kerangkeng lagi luang disandera. Insiden itu menjadikan lima umpan terkira ganda penjaga penjara kerangkeng.

Ancaman Neo-JI: Kebangkitan Jema’ah Islamiyah pada Indonesia Mengikuti Buku Pedoman Lama

Indonesia tiada bisa terayun plus perubahan Neo-JI yg nyatanya harmoni.


Saat ini, nyatanya resep tradecraft terbaru Taliban belum diterjemahkan ke lombong norma Indonesia. Kurangnya arti resep terkandung mudah-mudahan melambangkan simbol semenjak lemahnya gelora tatkala ini kepada menerapkan resep lombong lingkungan Indonesia, namun mudah-mudahan belaka perkara tenggat sebelum arti terkandung terangkat. Bagaimana resep yg diterjemahkan ini ala kesimpulannya digunakan angsal berpengaruh ala muslihat lagi trik tenggak muka yg mau diadopsi sama benteng pro-AQ pada Indonesia.

Penutup

Perayaan kasar zat pro-AQ untuk pengambilalihan Taliban bukannya sonder pengkhususan. Ketika Taliban menyurihkan dirinya selaku kekuatan rezim lagi menyondong pembenaran antarbangsa, komunitas pro-AQ Indonesia mudah-mudahan angsal menolak kira-kira titik temu ketatanegaraan terpendam yg pantas dilakukan Taliban pada sejauh jalan raya. Pengamatan online hamba memperlihatkan bahwa individu-individu pada bivak ini suah memasalahkan usaha Taliban lombong menyondong persekutuan plus China, Rusia, lagi Iran, yg segenap lagi dianggap sama benteng pro-AQ demi kompetitor Islam, gabung plus AS lagi sekutunya. Selain itu, mereka lagi menolak berita bab heterogen izin yg nyatanya dibuat Taliban plus negara-negara ini.

Namun, selaku kelengkapan, komunitas pro-AQ pada Indonesia kebolehjadian mau langsung terinspirasi sama “kesuksesan” Taliban lagi ajek berkomitmen ala haluan paser tinggi mereka perorangan kepada mencacakkan desa Islam pada Indonesia. Ini berjasa mereka mudah-mudahan tiada berat kepada melangsungkan pukulan pada Indonesia kepada tatkala ini, selain kira-kira zat tambung pada lombong JI yg terbatas adem lagi suah mereka-reka pukulan pada kira-kira dapur desa belum lama.

Author: Ethan Butler