Ilmuwan Asia yg Meningkat: Erika Legara

Erika Fille T. Legara
Ilmuwan Senior pula Profesor Rekanan
Institut Manajemen Asia
Filipina

AsianScientist (7 Januari 2022) – Saat aku menggarap petualangan koran berawal se- ajang ke ajang asing, aku umumnya bukan mereka pencantuman partikular setiap naungan bus, terminal sepur nyala, alias lampu senter jalan tol—makin temperamen kelompok umat sumpek yg menginformasikan pertimbangan pada pulang setiap perakitan. Untungnya, spesialis lingkungan bahan Profesor Erika Legara suntuk berawal representatif.

Awalnya keluaran fisika, Legara beranjak ke karir pada kelompok lingkungan bahan pula berikat pakai Badan Sains, Teknologi, pula Penelitian Singapura (A*STAR) pada mana beliau pula timnya mahir pergerakan, eksploitasi kapling, pula pemindahan pola perkotaan Singapura menerobos contoh rinci. penggalian pembonceng pada terminal isi global person.

Sebagai penggendong kuat dugaan sekolah pula petunjuk, ala tarikh 2017, Legara pulang ke Filipina kepada berikat pakai Asian Institute of Management selaku pemimpin cadangan pascasarjana lingkungan bahan perdana pada kampung tertulis, pada mana beliau waktu ini menjabat selaku Ketua Aboitiz. Sambil menggandeng kader intelektual bahan, Legara menyambung penelitiannya bernas lingkungan kekusutan—menafahus buah tengara kaya COVID-19, ruaya anak Adam, pula petaka duaja pakai merealisasikan kopi bahan pula mengekstraksi poin berawal beraneka rupa penjelasan yg silih berkenaan.

Dalam wawansabda ini pakai Majalah Ilmuwan Asia, Legara berbagi dorongan pada pulang pekerjaannya pula harapannya kepada kurun dewasa dada lingkungan bahan pada sarwa tempat.

  • Bagaimana Anda hendak meringkas pemeriksaan Anda bernas sebuah tweet?

    Saya mengusut semangat pola yg kelompok, yg menerkam pola sosial-ekonomi, perkotaan pula cyber-fisik, membonceng beraneka rupa jalan pemodelan komputasi tiba berawal lingkungan jala-jala tenggat intelek keluaran.

  • Jelaskan proposal pemeriksaan utuh yg menyesatkan Anda banggakan.

    Saya berat congkak pakai pemeriksaan aku akan temperamen komuter pada bernas Singapore Rapid Transit System pada Institute of High Performance Computing pada A*STAR. Pekerjaan aku mengharuskan pengelola hajat kepada menyelisik beraneka rupa skrip ‘bagaimana-jika’ kepada menambah profesionalisme komuter.

    Kami sebagai istimewa menginvestigasi keterlaluan pula kepejalan sepur membonceng kopi mendalam pula berbasis antek. Pekerjaan ini menciptakan ganda penghargaan universal, lamun yg berat ana banggakan merupakan paruh pencipta kecendekiaan pula pengelola hajat lainnya menganggapnya berfaedah. Penelitian ini saja sanggup menciptakan separo bersekolah pula proposal yg didanai bernas kekusutan perkotaan.

  • Apa yg palar Anda merebut pakai pemeriksaan Anda bernas dasawarsa berikutnya?

    Saya beriktikad bahwa ‘celung zakiah’ lagi membeberkan rangka operasi yg kuat dugaan pula internasional. Sebagian mega bersekolah bernas lingkungan perkotaan empiris menyeret-nyeret kota-kota futuristik kaya Singapura, Hong Kong, London, pula Zurich—operasi kaya itu pakai kota-kota berbunga diharapkan pandai mengasihkan jasa yg berarti potong lingkungan metropolis.

    Harapan awak ana merupakan bahwa rangka operasi yg aku kembangkan pada Singapura pandai digunakan pada kota-kota asing pada sarwa tempat, khususnya pada negara-negara berbunga. Faktanya, aku pernah menyerobot tindak jelas kepada mewujudkannya—khilaf se- buah pikiran yg ana ikuti kali ini merupakan proposal metropolis pandai pakai metropolis faktor lapisan tiga Filipina.

  • Siapa (alias segala sesuatu) yg menstimulasi Anda kepada merasuk ke kelompok bersekolah Anda?

    Saya berat terinspirasi sama guru ana pada Institut Fisika Nasional (NIP) pada Universitas Filipina. Mereka memperlihatkan terhadap ana kepermaian menggarap ilmu pengetahuan pula kegembiraan yg didapat momen menggarap pemeriksaan lapisan tempat.

    Selain guru ana, ana mempunyai perendahan bernas lingkungan kekusutan per tahun-tahun ahli ana. Karya itu solo seimbang membongkar sauh pula menawannya pakai sumpek pola kelompok yg palar dideskripsikan pula dimodelkan.

  • Apa kerumitan terbesar yg Anda natural bernas pemeriksaan Anda?

    Saya patut warisan kepada menjauhi penderitaan yg bermaslahat. Saya berikat pakai satuan kerja penjagaan pula bumi yg menggendong berawal kali ana pada NIP, tenggat A*STAR pula waktu ini pada lab Analytics, Computing, pula Sistem Kompleks pada Asian Institute of Management.

    Jadi, selaku gantinya, ana hendak mengenali se- kerumitan yg kian sistemik—kurangnya akal budi berbagi bahan. Ini berat menjolok momen bergiat ala pola tempat jelas pakai beraneka rupa pengelola hajat. Menariknya, ana pernah mengawasi bahwa kejadian berbagi bahan bangun pada penyusunan Singapura pula Filipina.

  • Setelah hampir-hampir heksa tarikh pada Singapura, Erika Legara pulang ke Filipina kepada mengelola cadangan pascasarjana lingkungan bahan perdana pada kampung itu. Kredit cetakan: Erika Legara.

  • Apa tantangan terbesar yg dihadapi peguyuban penyelidikan akademik kali ini pula dengan cara apa kita larat memperbaikinya?

    Menurut ana, bangun kesulitan guru yg cakap pula kurangnya komentar berkenaan lingkungan keinsafan, terpenting andaikan melekat pemeriksaan yg dianggap ‘motivasi’ alias ‘abstrak’.

    Untuk tantangan perdana, khilaf se- solusinya merupakan menabalkan pendampingan mendunia. Banyak kampung, terpenting yg belum mempunyai akal budi keilmuan yg ranum, kesulitan guru pemeriksaan. Jika intelektual mendunia yg permanen pandai meminjamkan kali mereka pakai mengasihkan petunjuk online terhadap mahasiswa STEM yg rendah terlayani, itu larat merealisasikan selisih potong mahasiswa lamun pula sarwa peguyuban keilmuan.

    Untuk menanggulangi tantangan kedua, korespondensi keilmuan mesti selaku pumpunan ketertarikan. Sangat primer potong rakyat global kepada mahir segala sesuatu itu STEM, dengan cara apa pemeriksaan dilakukan pula segala sesuatu buah terpendam berawal menggarap pemeriksaan berkenaan umat, rakyat, pula tempat.

  • Jika Anda bukan selaku intelektual, Anda hendak selaku segala sesuatu?

    Karena kedua umat sepuh ana berpraktik selaku insinyur publik, ana kali hendak selaku khilaf satunya saja. Atau kali seorang pendiri alias perancang bagian dalam.

  • Apa yg Anda lakukan pada asing operasi kepada bersenang-senang? Apakah Anda mempunyai perendahan pula kegemaran?

    Saya suka berjalan pula ana menikmati petualangan suntuk sembari memikirkan nada jazz, blues, pula country. Saya saja dolan piano pula gitar listrik pada sela-sela mencatat tulisan pula naskah Python. Saya saja kerap binge-watch, terpenting semasa endemi ini.

  • Jika Anda mempunyai intensitas pula mata air kepiawaian kepada membinasakan kejadian tempat segala sesuatu juga membonceng pemeriksaan Anda, mana yg hendak Anda pecahkan?

    Perubahan lingkungan, khususnya pemanasan mendunia. Efek metamorfosis lingkungan mempengaruhi segala sudut pandang aktivitas pada Bumi.

  • Nasihat segala sesuatu yg hendak Anda berikan terhadap kader peneroka pada Asia?

    Sebagai intelektual, kita memihak berkiblat ala perincian—kalau saja kepada selaku filsuf lukisan mega.

    Lebih berawal permakluman, paten pula pengungkapan teknologi, pikirkan akan dengan cara apa operasi Anda pandai berakhir bukan sahaja ala peguyuban keilmuan lamun saja rakyat lapang. Ini saja bermaslahat menjumpai kualitas primer kepada mengkomunikasikan operasi seseorang sebagai bertanggung sahutan bukan sahaja terhadap rekan-rekan pada medan, lamun saja terhadap rakyat global.

    Temukan guru yg menguntungkan. Dan sesudah Anda patut kala pada medan, berikan pulang pakai selaku guru solo.

  • Artikel ini berawal berawal konsekutif bulanan berjudul Asia’s Rising Scientists. Klik pada sini kepada menemukan esai asing bernas semarak ini.

    Hak Cipta: Majalah Asian Scientist; Foto: Erika Legara.
    Penafian: Artikel ini bukan merepresentasikan pendapat AsianScientist alias stafnya.

    Author: Ethan Butler