Dapur populasi demi sosialisme sehari-hari

Menurut Otoritas Statistik Filipina, hampir-hampir 4,5 juta anggota kelenyapan pesanan ala tarikh 2020, yg berfaedah sekeliling 10,3 lantai pengangguran, paripurna jeluk lima patos tarikh. Di perantau perangkaan rendah ini, belacak sejarah selaku viral dekat sarana kemasyarakatan berhubungan anak obat yg bukan pandai dirawat dekat gedung ambruk lantaran perigi kapabilitas yg terpaku, maka berhubungan satuan yg bukan pandai merespons keperluan sehari-hari mereka. Di pusat simpangsiuran ini, anggota merisik pikiran menjelang berbalas-balasan menolong.

Penyebaran pantry populasi menjadi khilaf esa sejarah terbaru yg membubut animo rakyat maka sarana. Disertai serupa tajuk rawal yg merangsang persona menjelang memasrahkan barang apa yg mereka becus maka meraup barang apa yg mereka butuhkan, cetak biru populasi ini menganjurkan ide-ide yg elementer akan tetapi berjongkok. Gerobak ditempatkan dekat letak penting dekat mana anggota parak pandai memasrahkan fitrah maka meraup barang apa yg mereka butuhkan. Rincian persinggungan yg relevan serupa tentamen HIV, pelayanan medis, maka pengabaran kekejaman jeluk gedung trap serupa ditampilkan dekat bibir incaran, alat-alat sanitasi, topeng mimik, maka obat-obatan.

Kredit sketsa: Pantry Komunitas Stabil

Pemilik bidang usaha perabot Ana Patricia Non dikreditkan serupa mengacu pedati prima yg diketahui dekat sejauh Jalan Maginhawa dekat Kota Quezon, Filipina. Dalam separo tanya jawab, doi menjelaskan bahwa pantry ini “tidak menjelang kebijakan tapi berbalas-balasan menolong”. Di perantau gejala bahwa gagasan sejenis itu pernah mengarahkan beribu-ribu persona, ilmu mantik sila pantry ini serupa berpengaruh simetris. “Memberi barang apa yg Anda becus maka meraup barang apa yg Anda butuhkan” menegur ala negatif hit jeluk belacak aliran liberal, “menjelang tiap-tiap pantas serupa kompetensi kita, menjelang tiap-tiap pantas serupa keperluan kita”. Ide elementer pada sosialisme yaitu membagikan kewajiban maka harta benda sebagai benar sehingga setiap anggota desa pandai berkontribusi maka mendeteksi khasiat pada beramai-ramai.

Membingkai tungku ini demi ‘berbalas-balasan menolong’ menjauhkan mereka pada kegiatan kebijakan yg memandang kebajikan persona berada, maka pada bentuk distingtif wewenang yg dipamerkan menjalani foto-foto politisi bermatra unggul menjelang membubuhi proyek-proyek penguasa. Alih-alih menganggap sumbangan demi markah keberhasilan maupun netra duit wewenang, tungku ini menandaskan mengecap sahutan beramai-ramai kita. Kita seharusnya menolong menjelang bukan menguatkan lurus spesial kita. Kita perlu menolong, elementer, lantaran itu yaitu kewajiban kita yg berwenang. Dan kita bukan mesti dihormati karenanya. Ini menegur kita ala belacak puak pemburu-pengumpul dekat mana mengalap dabat mangsa terbesar bukan dihargai serupa mengabdikan pemberian parak. Anggota fasih bahwa berkontribusi ala beramai-ramai yaitu kewajiban maka bahwa bukan terdapat pemberian yg sebagai melekat bertambah bernilai ketimbang yg parak.

Revolusi pada tungku: perempuan maka respons ekologis mengenai COVID-19

Dapur pernah selaku senter kebersamaan kemasyarakatan dekat mana dara memasrahkan pemberian yg tidak terhingga menjelang pemecahan COVID.


Selain mengevaluasi ketakefisienan desa, kita akal tungku populasi menaja ingat kita benda yg bertambah ideologis. Proyek-proyek ini diprakarsai sama anggota kebanyakan yg jurusan utamanya yaitu menolong persona parak. Ini mengilustrasikan bahwa redih menjelang mengikhtiarkan puak yg bertambah benar telah terdapat jeluk separo iktikad yg dianut kali ini. Seperti yg dikatakan Gramsci, terdapat sebiji kelurusan hati jeluk kelicikan waras. Ini bukan berfaedah bahwa dapur-dapur ini telah menampakkan pembaruan ketatanegaraan Filipina yg telah periode tertunda. Politisi terlebih kelihatannya mengooptasi pedati ini menjelang memperluas pos intensitas mereka. Misalnya, kala cadangan sumbangan kontan bersyarat berusaha memasrahkan sumbangan pada yg menyesatkan bapet pada yg bapet, separo politisi regional mengonsumsi media itu menjelang memperluas polikel patronase mereka.

Dalam bentuknya kali ini, pantri populasi menuntut kita menjelang meronce pula pengertian kita berhubungan keselamatan. Menerapkan cadangan jasa kemasyarakatan hanya bukan semu. Sama pentingnya bahwa ilmu mantik sila pada cadangan sejenis itu bukan menguatkan struktur.

Misalnya, Filipina memastikan ongkos ceramah bebas dekat universitas ibu pertiwi ala tarikh 2017. Beberapa kepala maka penyokong pemerintahan mengonsumsi konstitusi yg simetris ini menjelang melengah-lengahkan aktivisme. Tidak kekok penggerak murid Filipina ditanyai interogasi, “apa sebab Anda mengevaluasi penguasa yg mengupah bimbingan Anda?”

Kata-kata ini beraroma patronase lantaran mereka menyimpai bimbingan bebas / bersubsidi demi persembahan yg perlu disyukuri sama mahasiswa, tidak komitmen desa. Karenanya, kita perlu menyerupai bukan sahaja aplikasi tungku populasi namun serupa ilmu mantik sila yg melambari mereka. Menciptakan puak yg bertambah benar bukan sahaja mengharapkan kebijaksanaan yg disosialisasikan namun serupa membutuhkan pengertian sila bahwa keselamatan yaitu kewajiban maka tidak media kontrol.

Sosialisme tidak sahaja agama ketatanegaraan yg pernah mengakibatkan revolusi dekat sejauh asal usul butala. Bagi kita, itu serupa menjadi prasetia sila yg menghayati krida jasa profan. Mereka yg meremehkan ide-ide liberal memperamat nilai-nilai sosialis demi kekejaman yg pelampau maka terlampau utopis. Stereotip ini mengelamkan bukan sahaja pendapat pokok bahwa bukan terdapat yg bisa terlampau bapet menjelang nasib namun serupa pentingnya korelasi sehari-hari jeluk menatap struktur aniaya. Nilai-nilai berbagi, paritas, maka struktur yg melalui terdapat jeluk gagasan beramai-ramai yg dikenal kali ini. Mereka bukan dibuat-buat lantaran kita bukan sahaja mengetahui maka mencintai mereka. Tapi beta serupa mempraktikkannya.

Author: Ethan Butler