COVID-19 dekat Asia Tenggara: Kesehatan mahajana, impresi kemasyarakatan, serta tabiat ketatanegaraan

Bagaimana epidemi COVID-19 mengopi tabiat dekat Asia Tenggara? Sementara impresi kebugaran per epidemi besar tegas kelihatan, kita gres tiba mengerti keterkaitan kemasyarakatan serta ketatanegaraan yg bertambah belantara per kritis terkandung. Beberapa transformasi lagi diperkenalkan per untuk, masa penguasa menganju agenda ongkos kemasyarakatan gres yg ambisius serta, paling sedikit berkualitas kaum masalah, menjarah ulang hak-hak ahli jajahan. Tetapi yg beda berpotensi berlangsung dekat penyeling ahli, lantaran respons berkenaan epidemi mengajak tabiat penghuni selalu perkara kesejahteraan mereka singular, karakter penguasa berkualitas kesibukan mereka, serta bentuk ketatanegaraan jajahan mereka.

Untuk mengerti dengan jalan apa kritis kasar ini mencanai langkah ahli Asia Tenggara perkara rezim, jawaban formal kebugaran, akuntabilitas kritis, vaksin, kerakyatan versus otoritarianisme, serta melembak pula, aku menyelenggarakan penilikan online per medio April engat pemungkas Mei 2021. , menghimpunkan jawaban per bertambah per 6000 responden dekat lima jajahan Asia Tenggara: Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, serta Thailand.

Klik ala tulisan sarung dekat lunas kapal menjumpai mengunduh rangkuman kearifan suci.

Laporan temuan transenden aku, tersaji menjumpai diunduh pada mengklik tulisan dekat untuk, menampakkan bahwa komunitas dekat daerah terkandung besar khawatir perkara impresi perniagaan serta kebugaran mahajana per epidemi, selangkan terbentuk parak yg tegas ala semangat serta bentuk per kebingungan ini dekat serata rat. jajahan, serta dekat berkualitas jajahan mengikuti semangat demografis. Mayoritas menongkrong dekat kelima jajahan merasa ‘besar kacau’ perkara epidemi, pada kritis perniagaan yg berpanjang-panjang serta dampaknya berkenaan penghuni melarat menerbitkan kebingungan terbesar. Namun, komunitas dekat serata daerah kontradiktif berkualitas tabiat mereka berkenaan kearifan epidemi, efektivitas campur tangan penguasa serta kebugaran, sempadan kemandirian diri, serta vaksinasi.

Salah wahid perbedaan sensasional merupakan apakah ahli merasa bertambah kacau perkara orientasi perniagaan maupun kebugaran mahajana per epidemi. Di Thailand serta Indonesia, kebanyakan mengungkapkan kedukaan yg bertambah boyas pada impresi perniagaan, tengah kebanyakan dekat Malaysia, Filipina serta Singapura mengungkapkan kedukaan yg bertambah boyas untuk impresi kebugaran mahajana. Di kelima jajahan, perempuan memihak menyangka kebugaran mahajana selaku soal yg bertambah boyas dari impresi perniagaan per epidemi, selangkan bertambah melembak perempuan (melainkan dekat Singapura) yg “besar kacau” perkara impresi COVID-19 berkenaan kesejahteraan perniagaan diri mereka dari lelaki. Kerentanan perniagaan responden mempunyai impresi bena ala dengan jalan apa mereka menghadapi serta menganggap melembak orientasi epidemi. Warga yg mengelokkan peka dekat zona ini merupakan yg mengelokkan khawatir perkara impresi epidemi, pertama lamun kagak sahaja, ala perniagaan serta status finansial diri mereka.

COVID-19 serta konstitusionalisme yg menyampingkan dekat Asia Tenggara: dekat mana pengadilannya?

Tindakan pengembara selalu berkualitas paser jauh kuasa menjahanamkan kemandirian awam serta kerakyatan konstitusional.


Ada perbedaan boyas berkualitas keadaan kesenangan pada jawaban epidemi penguasa kebangsaan, per 85% dekat Singapura engat 41% dekat Filipina. Namun, dekat serata zona, 80% berputar bahwa bintang film yg relevan kuasa berlaku bertambah kordial berkualitas mengendarai epidemi—pertama ahli jajahan.

Namun, ahli jajahan cergas masa wajar mengantongi sempadan ala kemandirian person. Banyak penghuni mengantongi weker petang serta perlunya campur tangan kearifan ekstra-parlementer, lamun sahaja kecil yg suka membopong akal jajahan menjumpai menyelongsongi pers yg khali serta tergelohok berkualitas lingkungan kritis epidemi. Ada lagi perbedaan yg bena menemani jajahan: misalnya, gendongan tandas yg menongkrong menjumpai menyeret-nyeret prajurit serta penjaga keamanan berkualitas rezim dekat Indonesia serta jejaring yg hampir-hampir patut kuatnya. ketidaksetujuan perkara sikap bagaikan itu dekat Thailand, yg menggambarkan keahlian jajahan itu belum lama—serta penampikan yg merata berkenaan—rezim prajurit refleks. Temuan menjolok lainnya berhubungan pada gendongan menjumpai hak-hak person dekat Filipina: terbentuk perlawanan yg nisbi menongkrong berkenaan penyekatan kemandirian awam dekat Filipina, dekat mana Presiden Duterte kagak memegang rahasia pengabaiannya berkenaan penghargaan kerakyatan.

Secara keutuhan, penilikan aku menampakkan bahwa ahli jajahan Asia Tenggara kagak menyisihkan sinar pada penguasa mereka menjumpai memotong kemandirian awam serta hak-hak ketatanegaraan berkualitas mengetahui epidemi, selangkan terbentuk tanda-tanda yg tegas per akselerasi regresi kerakyatan dekat serata daerah.

Author: Ethan Butler