Austin menyokong kaitan utama AS-Filipina lubuk pengembaraan Asia Tenggara

WASHINGTON/MANILA — Kunjungan Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin ke Asia Tenggara membubuhi cap tindak mendatangi pembuatan balik perserikatan serta menerima balik akidah yg suah tercecer lubuk setengah tarikh bungsu, kewajiban eminen seperjalanan imbas regional China langsung hidup.

“Agenda eminen gua merupakan mencium lembaga mendapatkan meninggikan serta membakar balik perserikatan abdi,” cerita Austin lubuk persidangan pers berbareng demi relasi Filipina Delfin Lorenzana pada Manila atas yaum Jumat.

Dengan membuktikan prasetia sama kaum prima dewan menteri Presiden AS Joe Biden mendapatkan mengunjungi mintakat itu, penguasa berserah mendapatkan menerima keluwesan yg makin vital atas jantung ketenteraman Pentagon merayap ke China.

Kunjungan itu dimaksudkan mendapatkan menunjukkan relasi ganal Filipina serta Vietnam, yg kenyir menegaskan bahwa Washington menolong mereka lubuk jangka lengkung tinggi lubuk cedera internasional mereka demi Beijing pada Laut Cina Selatan.

Juga atas yaum Jumat, Gedung Putih merilis bahwa Wakil Presiden Kamala Harris bakal mengunjungi Singapura serta Vietnam kamar pendahuluan mendapatkan “menguatkan kaitan serta memperluas pekerjaan klop perniagaan demi dwi relasi utama Indo-Pasifik Amerika Serikat.”

Kemenangan terbesar bermula pengembaraan Austin merupakan perbaikan tumpat Perjanjian Pasukan Kunjungan, yg menyumbangkan fondasi lembaga perincian keberadaan angkatan bersenjata AS pada Filipina. Presiden Rodrigo Duterte alih atas Februari 2020 mendapatkan meniadakan kata sepakat tapi repetitif parit mendorong ketetapan determinasi, serta Austin prospek mendorongnya mendapatkan mempertahankannya saat keduanya bersemuka Kamis.

Ini mengalokasikan Washington makin meruah opsi mendapatkan siasat China-nya. Pentagon menukar muslihat bermula penghampiran pasca-Perang Dingin mendapatkan mendindingi kawanan Indo-Pasifiknya terfokus pada setengah letak, kiranya menyebarkannya mendapatkan menegah kekuatan kehancuran bermula serbuan peluru kendali kecermatan China.

Gregory Poling, sahabat atasan mendapatkan Asia Tenggara pada Pusat Studi Strategis serta Internasional, meraba Filipina demi letak yg menjanjikan perincian kawanan Amerika: Negara ini merupakan partner AS, berkunjung Laut Cina Selatan serta terwalak pada sekitar Selat Taiwan.

Dengan VFA yg saat ini makin tebal, ketertarikan bakal berubah ke bentuk-bentuk pekerjaan klop asing, ganal penyimpanan material serta kans yg diperluas ke pangkalan-pangkalan angkatan bersenjata.

Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin, kidal, mengadakan lawatan ketinggian untuk Presiden Filipina Rodrigo Duterte, sentral, atas 29 Juli. © Reuters

Tinjauan perawakan intensitas mendunia yg kenyir diselesaikan sama rezim Biden atas hari ranggas ini diharapkan angsal memasang transfigurasi jantung bermula Timur Tengah ke China. Pentagon memangkas aki anti-rudalnya pada Timur Tengah demi potongan bermula penarikan Afghanistan yg dijadwalkan jadi atas determinasi Agustus, serta setengah angsal dikerahkan pada Indo-Pasifik.

Pengerahan 11 pesawat indung Angkatan Laut AS memantulkan transfigurasi vital. Kapal-kapal ini membelanjakan 197 yaum pesawat pada Pasifik tarikh ini atas 6 Juli, memakai makin bermula sebelah jumlah, takwa US Naval Institute.

Pemerintah meninggikan penanaman modal mendapatkan as Asianya. Ini memohon $ 5,1 miliar mendapatkan Inisiatif Pencegahan Pasifik yg anyar mendapatkan tarikh pajak 2022, makin meruah dari mitranya pada Eropa.

Semua ini enggak berjasa bahwa negara-negara Asia Tenggara merangkul AS demi yad melongo. Tepat sebelum Austin mengadakan lawatan ketinggian untuk Duterte atas yaum Kamis, atasan Filipina itu mengikuti apel prakata jembatan yg didanai China pada Metro Manila.

Dan lubuk lektur kenegaraan terakhirnya, kepala negara membuktikan skeptisisme yg tegas berkenaan prasetia Washington. “Mereka menandaskan bahwa seandainya serbuan itu akan Filipina, mereka bakal memperkuat,” katanya. “Tapi mereka meniupkan afirmasi bahwa Amerika enggak turut karau lubuk perpecahan yg merawitkan batas-batas grama asing.”

Ini merujuk atas kebuntuan 2012 jarak Cina serta Filipina pada Beting Scarborough pada Laut Cina Selatan. AS mendamaikan jarak kedua rekah sebelah, yg dilaporkan setujuan mendapatkan meragut nafsi bermula sekelompok atas kali yg klop. Tetapi kapal-kapal Beijing enggak suah amat bertolak, serta atas dasarnya pesawat itu mengabuk sekelompok itu.

Duterte suah repetitif parit mengaduh bahwa enggak tampak gunanya perserikatan demi AS seandainya enggak angsal menjamin kerajaan Filipina.

Manila frustrasi atas pengakuan mendapatkan mendampingi Filipina pada Laut Cina Selatan doang bertindak mendapatkan harta penguasa serta lain mendapatkan pesawat pemancing lauk preman, cerita analis defensi atasan Derek Grossman bermula RAND Corp.

“Kita kudu realistis” bahwa militerisasi China pada Laut China Selatan “enggak bakal berkurang,” cerita Eric Sayers, seorang sahabat nonresiden pada American Enterprise Institute. Waktu mendapatkan mencegah peristiwa itu “bakal terlaksana atas tarikh 2015, tapi rezim Obama doang memonitor serta enggak melakukan meruah,” ganduh Sayers, yg berpusat atas kebijaksanaan serta siasat defensi Asia-Pasifik serta kebijaksanaan teknologi AS-China.

Austin mengunjungi Hanoi semasih pengembaraan. Vietnam suah pergi bias lubuk krisis jarak AS serta China. (Foto nasib baik Departemen Pertahanan AS)

“Saya akal siasat terkemuka, selain AS yg teguh datang, merupakan mendapatkan menegaskan bahwa negara-negara penggugat lainnya merasa bahwa mereka ada daya tampung sehingga, sama atas itu, mereka angsal ada impian mendapatkan lagi teguh datang menopang China,” katanya. .

Vietnam, selama itu, demi teguh pergi keberpihakan jarak AS serta China. Sementara akidah pada Beijing gogos, China teguh selaku menyimpang tunggal relasi niaga terbesar Vietnam.

Peran China demi penyuplai vaksin virus corona lagi memakai negara-negara Asia Tenggara ragu meraih efek memakai murih Beijing demi main makin solid demi Washington.

“Saya akal kuncinya merupakan Filipina serta Vietnam serta lainnya merasa mereka ada keterampilan serta daya tampung mendapatkan menerkam kebijaksanaan pengembara nagari yg partikelir, yg enggak kudu kalah atas keinginan Beijing,” cerita Sayers.

Author: Ethan Butler